×
Ad

5 Ajang FIFA yang Bakal Diboikot UEFA

Yanu Arifin - detikSepakbola
Jumat, 07 Agu 2026 15:00 WIB
Foto: REUTERS/John Sibley
Nyon -

UEFA akan memboikot turnamen FIFA, sebagai bentuk kekecewaan ke Presiden Gianni Infantino. Ada lima kompetisi garapan FIFA yang terancam tanpa wakil Eropa.

UEFA merilis pernyataan soal sikapnya pada FIFA. Usai Infantino diklaim tetap mendapat kepercayaan memimpin organisasi tersebut, UEFA menyebut tetap memboikot ajang garapan induk sepakbola dunia.

"Asosiasi-asosiasi anggota UEFA telah sangat jelas mengenai syarat-syarat yang melekat pada keputusan untuk tidak berpartisipasi dalam kompetisi FIFA," tulis UEFA, melansir Sky Sports.

"Pertama, usulan untuk menjual kompetisi-kompetisi utama harus ditarik kembali, dan kedua, harus ada jaminan upaya-upaya semacam itu untuk merusak citra sepak bola dengan cara ini tidak akan pernah dilakukan lagi."

"Syarat-syarat tersebut belum dipenuhi. Selain itu, UEFA telah menegaskan dengan sangat jelas dalam pernyataannya pada hari Sabtu bahwa mereka telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino. Posisi tersebut tetap berlaku. Pengumuman kemarin, bahwa beberapa orang yang bekerja di bawah Presiden FIFA (dan yang kariernya bergantung pada dukungan beliau) setuju dengannya tidak mengubah apa pun," tegas UEFA.

Menilik kalender FIFA, akan ada lima ajang besar yang digelar dalam waktu dekat. Pertama adalah Piala Dunia Putri U-20 di Polandia, September mendatang.

Kemudian disusul Piala Dunia Putri U-17 di Maroko, Oktober mendatang. Ajang Piala Dunia Putra U-17 di Qatar, akhir tahun ini. Dua ajang lainnya akan digelar tahun depan, yakni Piala Dunia Antarklub Putri dan Piala Dunia Putri.

Lima ajang itu terancam diboikot UEFA sebagai sikapnya. Artinya, ajang itu berpotensi takkan diikuti negara-negara Eropa, yang berada di bawah naungan UEFA.

Sikap ini dikeluarkan UEFA untuk merespons FIFA, yang mengklaim Infantino masih mendapat kepercayaan untuk memimpin organisasi tersebut. Sebelumnya Infantino mendapat kepercayaan lagi usai menggelar rapat darurat di Rabat, Maroko, Rabu (5/8) waktu setempat.

Pertemuan di Rabat dilakukan di tengah tekanan yang menerpa Infantino. Pria asal Swiss itu didesak mundur gara-gara sempat mengusulkan proyek menjual saham Piala Dunia ke investor swasta.

Usulan itu membuat Infantino kehilangan dukungan dari beberapa negara anggota, di tengah niatnya maju kembali sebagai presiden tahun depan. Ia bertekad memimpin FIFA untuk empat periode.

Usai mengumpulkan petingginya, Gianni Infantino mengakui kesalahannya soal rencana menjual saham Piala Dunia. Usai meminta maaf, pria berusia 56 tahun itu disebut mendapat kepercayaannya lagi dari pejabat senior untuk terus memimpin FIFA.



Simak Video "Video: FIFA Janji Benahi Tata Kelola Usai Kontroversi Hak Komersial"

(yna/adp)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork