Indonesia berhasil mengamankan tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026. Raihan ini diperoleh usai Timnas Garuda menghancurkan Bangladesh dengan skor telak 9-2. Kondisi ini berlawanan dengan Malaysia yang harus rela finis di posisi kedua klasemen grup usai membantai Singapura dengan skor 6-0.
Diketahui dari potongan video yang beredar luas di media sosial, para pemain Malaysia sudah bersorak dan saling berpelukan merayakan kemenangan sekaligus kelolosan ke partai puncak. Mereka tidak menyadari jika pertandingan Indonesia vs Bangladesh belum usai. Raut wajah Harimau Malaya berubah muram usai mengetahui Indonesia lah yang berhasil lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 usai cetak gol kesembilan di pertandingan melawan Bangladesh.
Striker Malaysia asal Brasil, Bergson Da Silva, tak bisa menutupi kekecewaannya usai laga. Dilansir dari detikSport, Bergson merasa jika Indonesia memang diuntungkan sepanjang turnamen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan cuma soal tambahan waktu, penyerang andalan Johor Darul Ta'zim itu menilai lokasi pertandingan hingga jadwal yang lebih longgar menguntungkan Indonesia.
"Ini adalah omong kosong, sepanjang turnamen, mereka menguntungkan mereka (Indonesia). Mereka memainkan semua tiga pertandingan di Jakarta pada malam hari, sementara tim lain bermain di Bandung dan sore hari, dengan pertandingan setiap dua hari," kecam Bergson, seperti dikutip Harian Metro dilansir detikSport.
Pesta gol Indonesia ke gawang Bangladesh terjadi di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta pada Kamis (1/10/2026). Mitchell Baker menjadi inspirasi kemenangan Garuda usai mengemas quintrick atau lima gol pada laga ini. Pencapaian ini seolah menjawab keraguan para suporter Timnas karena Mitchell sempat puasa gol dalam empat laga sebelumnya bersama Timnas Indonesia. Dirinya mandul di dua laga terakhir Indonesia di Piala AFF 2026 dan dua laga awal FIFA ASEAN Cup 2026.
Baker mengungkap bahwa hal yang wajar jika seorang penyerang tak dapat membuat gol di tiap laga. Menurutnya, hal serupa juga pernah dialami oleh penyerang top seperti Erling Haaland. Pemain keturunan berusia 19 tahun ini juga menegaskan tak terlalu memikirkan kritikan kepadanya saat gagal bikin gol. Ia tetap percaya diri bakal kembali tajam dan mencatatkan namanya di papan skor.
"Anda tidak akan mencetak gol di setiap laga, Haaland pun tidak mencetak gol di setiap pertandingan, jadi Anda hanya perlu menikmatinya dan menghayati momen itu, dan mengabaikan apa kata orang, percaya pada diri sendiri dan tahu apa yang bisa Anda lakukan, lalu nikmati saja," ujar Baker dalam konferensi pers usai laga dikutip dari detikSport Kamis, (1/10/2026).
Empat gol Indonesia lainnya diciptakan masing-masing oleh Rizky Ridho, Justin Hubner, Luke Vickery, dan Kevin Diks. Sedangkan dua gol balasan Bangladesh lahir dari Shahriar Emon dan Farhaan Ali Wahid. Pasukan John Herdman dipastikan melaju ke final lewat keunggulan produktivitas gol atas Malaysia.
Hasil pertandingan terakhir dari Grup A kemarin mengantarkan Indonesia menghadapi Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026. Sementara, Malaysia akan memperebutkan peringkat tiga melawan Vietnam. Partai final antara Indonesia vs Thailand akan digelar di SUGBK pada Senin (5/10). Kick off dilangsungkan pukul 20.00 WIB.
Lalu, apakah FIFA ASEAN Cup 2026 akan menjadi gelar perdana Indonesia di era Herdman? Bagaimana penjelasan dari tambahan waktu yang berubah pada laga kemarin? Simak obrolannya dalam segmen D'Hattrick bersama redaktur detikSport.
Beralih ke topik ekonomi, detikSore akan mengulas bagaimana visi negara terhadap perbaikan keuangan masyarakat desa. Seperti diketahui, desa menjadi lembaga yang menjadi tulang punggung perkotaan. Desa menyediakan sumber daya alam sekaligus sumber daya manusia yang terus diserap oleh kawasan urban. Pemerintah saat ini berusaha untuk menepis stigma lama tersebut. Desa justru dilihat sebagai kawasan untuk menghidupkan perekonomian negara. detikSore akan mengulas lebih jauh bagaimana desa akan dibentuk sebagai lilin-lilin kecil yang menghidupkan Indonesia.
Bagaimana strategi membangun ekonomi dari desa? Simak paparan Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Desa Yandri Susanto dalam #ZulhasBikinJelas.
Jelang matahari terbenam nanti, detiksore akan menghadirkan Skastra, band ska-jazz asal Jakarta yang terus memperluas perjalanan musiknya lewat berbagai panggung di dalam dan luar negeri. Setelah album Metanoia dirilis dalam format vinyl oleh label Jepang Big Romantic, Skastra melanjutkan perjalanan lewat tur Jepang, tampil di Kota Kinabalu, Malaysia, hingga Pestapora.
Kini, Skastra kembali dengan single terbaru, "Fase Bulan" lagu tentang fase setelah kehilangan, ketika rasa sedih perlahan berubah seiring waktu. Lantas, cerita apa yang ingin disampaikan Skastra lewat "Fase Bulan"? Bagaimana pengalaman mereka selama tur Jepang dan tampil di berbagai panggung belakangan ini? Simak keseruannya bersama Skastra dalam segmen Sunsetalk.
Simak berita terbaru dan menarik detikcom lainnya dalam detikSore. detikSore, Nggak Cuma Hore-hore!
(gub/vys)