Starting XI Pesepakbola Top yang Tak Pernah Juara Liga Champions

Gianluigi Buffon sudah menjalani karier profesional selama tak kurang dari 23 tahun. Setumpuk gelar juara sudah diraihnya, termasuk Piala Dunia 2006. Tapi ia tak pernah menjuarai Liga Champions. (Foto: Shaun Botterill/Getty Images)

Di timnas Prancis, Lilian Thuram sudah pernah menjuarai Piala Dunia, Piala Eropa, bahkan Piala Konfederasi. Di level klub, ia juga pernah membela raksasa Eropa yakni Juventus dan Barcelona walaupun tak berbuah trofi Liga Champions. (Foto: Phil Cole/Getty Images)

Fabio Cannavaro merupakan salah satu bek terbaik dunia pada masanya. Ia pernah pula berperan besar mengantar Italia juara Piala Dunia 2006 dan kemudian menggondol Ballon d'Or. Namun, kariernya tak dilengkapi trofi Liga Champions. (Foto: Hamish Blair/Getty Images)

Giuseppe Bergomi menyandang reputasi sebagai bek tangguh pada eranya, juga membantu Italia menjuarai Piala Dunia 1982. Di level klub, kariernya dihabiskan bersama Inter Milan yang pada saat itu belum mampu jadi juara Piala/Liga Champions. (Foto: Stu Forster /Allsport)

Gianluca Zambrotta punya karier gemilang di timnas Italia (juara Piala Dunia 2006) dan di klub (membela Juventus, AC Milan, dan Barcelona). Uniknya, walaupun menghabiskan 13 tahun di ketiga klub itu, trofi Liga Champions tak pernah berjodoh dengannya. (Foto: Laurence Griffiths/Getty Images)

Dua kali Michael Ballack lolos ke final Liga Champions, dua kali pula ia gagal juara. Pertama tahun 2002 bersama Bayern Leverkusen (kalah 1-2 oleh Real Madrid) lalu dengan Chelsea di 2008 (kalah adu penalti dari Manchester united). (Foto: Michael Steele/Getty Images)

Dalam kariernya di level klub, Patrick Vieira pernah membela Juventus, Arsenal, dan Inter Milan. Ia mencatatkan tak kurang dari 76 penampian di Liga Champions, walaupun tak pernah mampu menjadi kampiunnya. (Foto: Laurence Griffiths/Getty Images)

Di Jerman, Lothar Matthaeus adalah legenda. Satu-satunya trofi utama yang tak pernah diraihnya adalah di Liga Champions. Ia pernah merasakan pahitnya kekalahan di final bersama Bayern Munich yakni pada 1987 (vs Porto) dan 1999 (vs Manchester United). (Foto: PATRICK HERTZOG/AFP)

Reputasi Roberto Baggio sebagai salah satu maestro sepakbola sialnya tidak dibarengi dengan tumpukan gelar juara yang layak untuknya. Salah satu trofi yang tidak kuasa diraihnya adalah di Liga Champions. (Foto: Shaun Botterill/All Sport)

Maradona pernah mengantar Napoli ke puncak Serie A tapi hal serupa tak kuasa dilakukannya di Liga Champions, yang pada eranya punya format berbeda. Napoli dikandaskan Real Madrid di babak pertama 1987/1988 lalu oleh Spartak Moskow di babak kedua 1988/1989. (Foto: Allsport UK /Allsport)

Si Fenomenal Ronaldo pernah jadi pemain terbaik dunia (dua kali). Ia pernah pula membela klub-klub top Eropa macam PSV, Barcelona, Inter Milan, AC Milan, dan Real madrid. Tapi ia bahkan tak pernah sampai ke final Liga Champions. (Foto:ANDREU DALMAU / EFE/AFP PHOTO)

Arsene Wenger akan menjadi sosok pelatih dari starting XI ini. Dalam karier panjangnya, secara khusus bersama Arsenal selama 22 tahun, Wenger belum pernah merasakan jadi pelatih tim juara Liga Champions. (Foto: Andrew Boyers/Action Images via Reuters)

Cadangan 1: Pada 1996, George Weah terpilih jadi Pemain Terbaik Afrika Abad Ini. Ia juga satu-satunya pemain benua Afrika yang pernah meraih Ballon d'Or. Weah menjadi top skorer Liga Champions 1995 saat PSG ke final, tapi AC Milan saat itu masih terlalu kuat. (Foto: Claudio Villa /Allsport)

Cadangan 2: Barcelona punya rekam jejak oke di Liga Champions dalam satu dekade terakhir dengan meraih beberapa gelar juara. Sial buat Phillip Cocu, tidak seperti itu pada masa enam musimnya bersama Blaugrana. (Foto: Stu Forster /Allsport)

Cadangan 3: Kelewat setia. Boleh jadi itulah hal utama yang membuat Gabriel Batistuta, salah satu bomber terganas pada masanya, tak pernah menjuarai Liga Champiions. Ia kelewat setia dengan Fiorentina (walaupun akhirnya hijrah ke AS Roma dan bisa juara Serie A). (Foto: Stu Forster /Allsport)

Cadangan 4: Bicara trofi Liga Champions, nama Zlatan Ibrahimovic lazim muncul. Ibrahimovic sukses memenangi puluhan trofi domestik di hampir setiap klub yang dia bela, tapi usahanya memburu trofi Liga Champions dari klub ke klub terus saja gagal. (Foto: Shaun Botterill/Getty Images)

Cadangan 5: Total 56 gol dicetak Ruud van Nistelrooy di Liga Champions bersama PSV Eindhoven, Manchester United, Real Madrid. Ia merupakan sosok dengan jumlah gol terbanyak (posisi keempat di daftar keseluruhan) yang tak pernah memenangi kompetisi tersebut. (Foto: Michael Steele/Getty Images)

Gianluigi Buffon sudah menjalani karier profesional selama tak kurang dari 23 tahun. Setumpuk gelar juara sudah diraihnya, termasuk Piala Dunia 2006. Tapi ia tak pernah menjuarai Liga Champions. (Foto: Shaun Botterill/Getty Images)
Di timnas Prancis, Lilian Thuram sudah pernah menjuarai Piala Dunia, Piala Eropa, bahkan Piala Konfederasi. Di level klub, ia juga pernah membela raksasa Eropa yakni Juventus dan Barcelona walaupun tak berbuah trofi Liga Champions. (Foto: Phil Cole/Getty Images)
Fabio Cannavaro merupakan salah satu bek terbaik dunia pada masanya. Ia pernah pula berperan besar mengantar Italia juara Piala Dunia 2006 dan kemudian menggondol Ballon dOr. Namun, kariernya tak dilengkapi trofi Liga Champions. (Foto: Hamish Blair/Getty Images)
Giuseppe Bergomi menyandang reputasi sebagai bek tangguh pada eranya, juga membantu Italia menjuarai Piala Dunia 1982. Di level klub, kariernya dihabiskan bersama Inter Milan yang pada saat itu belum mampu jadi juara Piala/Liga Champions. (Foto: Stu Forster /Allsport)
Gianluca Zambrotta punya karier gemilang di timnas Italia (juara Piala Dunia 2006) dan di klub (membela Juventus, AC Milan, dan Barcelona). Uniknya, walaupun menghabiskan 13 tahun di ketiga klub itu, trofi Liga Champions tak pernah berjodoh dengannya. (Foto: Laurence Griffiths/Getty Images)
Dua kali Michael Ballack lolos ke final Liga Champions, dua kali pula ia gagal juara. Pertama tahun 2002 bersama Bayern Leverkusen (kalah 1-2 oleh Real Madrid) lalu dengan Chelsea di 2008 (kalah adu penalti dari Manchester united). (Foto: Michael Steele/Getty Images)
Dalam kariernya di level klub, Patrick Vieira pernah membela Juventus, Arsenal, dan Inter Milan. Ia mencatatkan tak kurang dari 76 penampian di Liga Champions, walaupun tak pernah mampu menjadi kampiunnya. (Foto: Laurence Griffiths/Getty Images)
Di Jerman, Lothar Matthaeus adalah legenda. Satu-satunya trofi utama yang tak pernah diraihnya adalah di Liga Champions. Ia pernah merasakan pahitnya kekalahan di final bersama Bayern Munich yakni pada 1987 (vs Porto) dan 1999 (vs Manchester United). (Foto: PATRICK HERTZOG/AFP)
Reputasi Roberto Baggio sebagai salah satu maestro sepakbola sialnya tidak dibarengi dengan tumpukan gelar juara yang layak untuknya. Salah satu trofi yang tidak kuasa diraihnya adalah di Liga Champions. (Foto: Shaun Botterill/All Sport)
Maradona pernah mengantar Napoli ke puncak Serie A tapi hal serupa tak kuasa dilakukannya di Liga Champions, yang pada eranya punya format berbeda. Napoli dikandaskan Real Madrid di babak pertama 1987/1988 lalu oleh Spartak Moskow di babak kedua 1988/1989. (Foto: Allsport UK /Allsport)
Si Fenomenal Ronaldo pernah jadi pemain terbaik dunia (dua kali). Ia pernah pula membela klub-klub top Eropa macam PSV, Barcelona, Inter Milan, AC Milan, dan Real madrid. Tapi ia bahkan tak pernah sampai ke final Liga Champions. (Foto:ANDREU DALMAU / EFE/AFP PHOTO)
Arsene Wenger akan menjadi sosok pelatih dari starting XI ini. Dalam karier panjangnya, secara khusus bersama Arsenal selama 22 tahun, Wenger belum pernah merasakan jadi pelatih tim juara Liga Champions. (Foto: Andrew Boyers/Action Images via Reuters)
Cadangan 1: Pada 1996, George Weah terpilih jadi Pemain Terbaik Afrika Abad Ini. Ia juga satu-satunya pemain benua Afrika yang pernah meraih Ballon dOr. Weah menjadi top skorer Liga Champions 1995 saat PSG ke final, tapi AC Milan saat itu masih terlalu kuat. (Foto: Claudio Villa /Allsport)
Cadangan 2: Barcelona punya rekam jejak oke di Liga Champions dalam satu dekade terakhir dengan meraih beberapa gelar juara. Sial buat Phillip Cocu, tidak seperti itu pada masa enam musimnya bersama Blaugrana. (Foto: Stu Forster /Allsport)
Cadangan 3: Kelewat setia. Boleh jadi itulah hal utama yang membuat Gabriel Batistuta, salah satu bomber terganas pada masanya, tak pernah menjuarai Liga Champiions. Ia kelewat setia dengan Fiorentina (walaupun akhirnya hijrah ke AS Roma dan bisa juara Serie A). (Foto: Stu Forster /Allsport)
Cadangan 4: Bicara trofi Liga Champions, nama Zlatan Ibrahimovic lazim muncul. Ibrahimovic sukses memenangi puluhan trofi domestik di hampir setiap klub yang dia bela, tapi usahanya memburu trofi Liga Champions dari klub ke klub terus saja gagal. (Foto: Shaun Botterill/Getty Images)
Cadangan 5: Total 56 gol dicetak Ruud van Nistelrooy di Liga Champions bersama PSV Eindhoven, Manchester United, Real Madrid. Ia merupakan sosok dengan jumlah gol terbanyak (posisi keempat di daftar keseluruhan) yang tak pernah memenangi kompetisi tersebut. (Foto: Michael Steele/Getty Images)