DetikSepakbola
Jumat 22 April 2011, 00:29 WIB

\'FIFA Minta Indonesia Konsisten\'

- detikSport
Jakarta - Koalisi Independen Untuk Rekonsiliasi Sepakbola Nasional (KONSEN) mendukung putusan FIFA melarang empat nama maju dalam pencalonan Ketum PSSI. Itu merupakan konsekuensi atas apa yang telah diputuskan oleh PSSI sendiri.

Keputusan terbaru FIFA yang tetap melarang Arifin Panigoro, George Toisutta dan Nirwan Bakrie - serta Nurdin Halid - maju dalam pencalonan ketua umum PSSI menimbulkan keberatan di beberapa pihak. Soalnya FIFA dianggap tak seharusnya melarang atau membolehkan seseorang maju dalam pencalonan, mengingat itu merupakan kewenangan Komite Pemilihan dan Komite Banding.

Pandangan berbeda datang dari Koalisi Independen Untuk Rekonsiliasi Sepakbola Nasional (KONSEN). Menurut KONSEN apa yang ditetapkan FIFA merupakan konsekuensi atas apa yang sudah diputuskan oleh PSSI sendiri, yang melalui Komite Banding pimpinan Prof Tjipta Lesmana menganulir empat calon yang saat itu maju dalam pencalonan.

\\\"Menurut saya itu konsekuensi yang harus diambil. FIFA itu mengikuti omongan kita doang. Itu seperti saat mereka membuat statuta tapi kisi-kisinya saja, dan masing-masing negara itu sendiri yang kemudian mengisi,\\\" ungkap Andi Bachtiar Yusuf dari KONSEN.

\\\"FIFA tidak melarang siapapun jadi ketua. Komite Banding yang menganulir dan sekarang FIFA cuma minta Indonesia konsisten dengan cara mereka sendiri,\\\" lanjut dia dalam perbincangan dengan detiksport<\/strong>.

Dilanjutkan Andi, jika AP, GT dan NB tetap diizinkan maju dalam pencalonan, dikhawatirkan kejadian serupa akan terulang di kemudian hari dan berpeluang diikuti negara lain. Itu berarti otoritas sepakbola sudah menyalahi keputusan yang sudah dibuat sendiri.

\\\"Jangan menjilat ludah yang sudah dibuang. Aturan sudah dibuat. FIFA tidak punya kepentingan apa-apa. Kalau dilanggar akan kena banned<\/em>. Kalau putusan (pengguguran keempat nama oleh Komisi Banding) itu dianulir akan ada peluang melakukannya berulang kali dan akan bisa diulang oleh negara lain,\\\"

\\\"Kalau misalnya dibiarkan empat orang ini naik lagi, itu sama saja suatu hari nanti akan ada federasi lain yang melarang tapi kemudian menganulir lagi keputusannya,\\\" tuntas Andi di ujung telepon.





(din/nar)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed