DetikSepakbola
Sabtu 12 Dec 2015, 19:32 WIB

Richard Rahmad, Mualaf yang Jadi MVP Liga Santri Nusantara

Amalia Dwi Septi - detikSport
Richard Rahmad, Mualaf yang Jadi MVP Liga Santri Nusantara ist.
Jakarta -

Atas penampilannya yang impresif dan sukses mengantar timnya jadi juara, Richard Rahmad terpilih sebagai pemain terbaik di ajang Liga Santri Nusantara (LSN). Perjalanan dia mencapai sukses tersebut punya banyak cerita menarik.

Richard Rahmad dinobatkan sebagai pemain terbaik setelah mampu membawa timnya PP Nurul Islam (Nuris) juara LSN. Dia menjadi pemain terbaik berkat penampilannya dengan menyumbangkan sejumlah gol dan beberapa assist.

Setelah mendapat penghargaan tersebut Richard diterpa isu tak menyenangkan. Entah dari mana munculnya, dia dituding sebagai pemain bayaran karena dan bukan seorang muslim.

Sutikno, ayah Richard, membantah keras kabar tersebut. Dia pun menceritakan kisah sebenarnya tentang anaknya itu. Lahir dan besar dari orang tua yang non muslim, Richard memang sejak SD hingga SMA masuk sekolah Katolik di Jember.

Akan tetapi hobinya bermain sepakbola membuat dia berlatih di SSB Nuris di Jember. Pada 2013 lalu, Richard pun menyatakan keinginannya untuk memeluk agama islam.

"Ketika itu saya minta jangan mengambil keputusan terburu-buru. Saya tidak ingin dia pindah agama karena terpengaruh dengan teman-temannya. Saya minta dia untuk tenang dan berpikir masak-masak," ungkap Sutikno.

Seiring dengan waktu, pria 52 tahun itu kembali mendengarkan pernyataan anaknya yang sudah mantap berpindah keyakinan. Menganggapnya sudah dewasa dan berhak menentukan pilihan, Sutikno pun merestuinya.

Richard resmi menjadi muslim pada Juli lalu. Semua proses perpindahan keyakinannya itu diurus langsung oleh Sutikno hingga disahkan oleh negara. Makanya, ketika mendengar anaknya dituding soal masalah rasisme tersebut, Sutikno merasa geram.

"Jika memang anak saya bermasalah, seharusnya tidak boleh ikut sejak proses verifikasi. Tapi anak saya lolos verifikasi. Tidak ada yang salah dengan dia. Kalau pun dia non muslim, apakah salah dia bermain sepakbola dan mengikuti Liga Santri. Toh, di regulasi juga dijelaskan soal itu," tegasnya.

Richard sempat mendapatkan beasiswa SSI Arsenal di Surabaya pada 2012 lalu. Tapi karena jarak yang terlalu jauh dari Jember ke Surabaya, Richard tak meneruskan beasiswa tersebut.

Selama berlatih di SSB Nuris, Richard juga ikut nyantri di Ponpes Nuris. Dia memiliki jadwal mengaji seminggu tiga kali, yaitu Senin, Kamis dan Sabtu.

"Jangan toleransi hilang gara-gara ada masalah suka dan tidak suka. Sepakbola itu kan menolak rasisme," tuntas Richard


(ads/din)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed