DetikSepakbola
Rabu 02 Maret 2016, 12:37 WIB

Dua Versi Insiden Keributan Usai Diskusi Sepakbola

Amalia Dwi Septi - detikSport
Jakarta -

Forum Diskusi Suporter Indonesia (FDSI) menyebut ada aksi penyerangan oleh sekelompok suporter usai digelar diskusi sepakbola. Pihak lain mengatakan kalau suporter itu sebenarnya hanya mau menanyakan sesuatu.

Terjadi keributan dan dugaan upaya pemukulan terhadap salah satu pendiri FDSI, Partoba Pangaribuan, usai dia menjadi nara sumber dalam acara ILC (Indonesia Lawyers Club) di TVOne, Selasa (1/3/2016) malam WIB.

"Kami mengutuk keras tindakan pengeroyokan oknum suporter. Hal ini adalah tindak kriminal dan bentuk pembungkaman sikap kritis serta kebebasan berpendapat," sebut Ketua Umum FDSI Helmi Atmaja dalam rilis persnya, Rabu (2/3/2016).

Aksi penyerangan itu dibenarkan juga oleh Juru Bicara Kemenpora, Gatot S Dewa Broto. Gatot juga menjadi salah satu nara sumber dalam perbincangan itu dan melaporkan kalau istrinya ikut jadi korban setelah lengannya terpukul.

"Usai acara ILC, pas masih di dalam, narsum Partoba (FDS) sudah merasa ada yg mengancam. Saat mau keluar ruangan acara, kami berdua dan dua lawyer ILC ngawal Partoba (yg pucat wajahnya) hingga mengarah ke meja untuk tanda tangan honor. Saat itu, istri saya dengar ada yg bicara: tunggu2 dia lagi tanda tangan. Lalu istri saya balikkan badan untuk memotret mereka, dan setelah sadar dipotret mereka ada yg balikkan badan," terang Gatot dalam pesannya pada wartawan.

[Baca Juga: Keributan Usai Diskusi Sepakbola Tadi Malam, Menpora Minta Polisi Bertindak]

"Saya diminta istri saya menjauh dari pada kena sasaran bringas juga. Istri saya dekatin Partoba dan tiba-tiba dia didorong oleh mereka (30 orang), dan istri saya langsung melindungi Partoba sampai kemudian ada yang berusaha memukul Partoba dari sisi kanan Partoba (sisi kiri istri saya)."

"Lalu istri saya dorong Partoba untuk masuk ke dalam lagi saat saya mulai teriak untuk melerai dari keroyokan sekitar 30 orang suporter karena istri saya sangat terdesak. Saya menyesalkan buruknya antisipasi TVOne atas narsum meski suasana panas dan audiens yg tidak sangat berimbang jumlahnya. Kami akhirnya keluar dari area dikawal sekuriti TVOne hingga lobi. Mereka sudah minta maaf tadi malam dan permintaan maaf TVOne sudah saya terima," lanjut Gatot.

Pernyataan berbeda diutarakan oleh Lariko Rangga Mone. Mantan Ketua Umum The Jak itu menjadi salah satu tamu dalam diskusi tersebut dan berada di lokasi saat kejadian.

"Jadi, ceritanya.. saat teman-teman pulang, teman-teman suporter dari Makassar (Mazcman) keluar bertemu dengan Partoba, mereka tanya 'ngapain pakai bilang suntik mati', dan mereka juga bilang, kalau komentar di FB sewajarnya saja, jangan suka memancing suasana."

"Mereka baru bertanya dua pertanyaan itu, tiba-tiba ada oknum yang teriak-teriak, teman-teman dari Makassar ditarik keluar. Tidak tahu siapa itu yang narik. Intinya yang perlu diklarifikasi, tidak ada insiden pemukulan. Tidak ada sedikit pun. Saya lihat sendiri, dan tidak terjadi apa-apa," ucapnya pada detikSport.

"Kalau memang ada pemukulan, silahkan divisum, tanya security apa ada kejadian itu. Yang ada ketua dari teman-teman Makassar dicekik, tapi tidak tahu siapa itu yang melakukan. Saya tidak kenal," tambahnya.


(din/krs)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed