DetikSepakbola
Jumat 17 Februari 2017, 18:35 WIB

Usaha Kuliner Atlet

Jaga Kualitas Masakan, Supriyono Hanya Gunakan Ayam Kampung

Femi Diah - detikSport
Jaga Kualitas Masakan, Supriyono Hanya Gunakan Ayam Kampung Foto: dok. pribadi
Bandung - Setelah gantung sepatu, Supriyono Prima turut membesarkan usaha rumah makan ayam goreng milik keluarga. Mantan pemain Primavera itu hanya menggunakan ayam kampung sebagai ciri khasnya.

Supriyono belum bisa melupakan bayaran Rp 20 ribu sebagai upah antar ayam goreng ke pelanggan. Juga saat dia harus masuk dapur untuk belanja, mempelajari bumbu, mengenal ayam yang ideal, membersihkan dan memtong ayam, dan menggorengnya.

Aktivitas tersebut dikenalnya 15 tahun silam. Waktu itu, dia akan melanjutkan karier ke PSS Pekanbaru, namun istri Sandrawati, tak bersedia untuk ikut serta.

Supriyono pun mengambil keputusan untuk tetap tinggal di Bandung, meskipun dia harus menanggung risiko cukup besar. Gantung sepatu.

Pria kelahiran Salatiga 8 Agustus 1975 itu kemudian turun tangan ikut serta membesarkan usaha keluarga: Ayam Goreng Nikmat di Jalan Panaitan Nomor 9, Bandung. Meski bernama ayam goreng NIkmat, namun di sana juga tersedia menu ayam bakar.

Supriyono (no 8) Supriyono (no 8) bersama tim Prakualifikasi Olimpiade 1994 - Foto: dok. pribadi

"Yang penting keluarga mendapatkan pemasukan yang halal. Atribut mantan pemain nasional dan pernah berlatih di Italia saya tanggalkan. Saat itu, saya berpikir kalau saya sudah tidak bermain bola tapi harus tetap membuat dapur keluarga mengepul," kata Supriyono, Jumat (17/2/2017).

"Saya tak menyimpan gengsi sedikit pun. Di sisi lain saya juga tak memanfaatkan foto-foto di masa jaya untuk promosi. Kami hanya mengandalkan citarasa dan kekhasan tempat makan ini dengan menonjolkan kelebihannya: hanya menggunakan ayam kampung," imbuh dia.

Kekhasan itu membuat restoran Supriyono cukup diminati, bukan hanya oleh publik Bandung tapi juga Jakarta. Restoran itu makin populer saat Konferensi Asia Afrika ke-50 pada tahun 2015 di Bandung.

"Waktu itu Bu Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan) datang bersama-sama Bu Mega (Megawati). Sejak saat itu Bu Mega minta dikirim 150 potong ayam setiap dua pekan," tutur dia.
Supriyono bersama pemain cilik SSB Bintang Primavera Bandung Supriyono bersama pemain cilik SSB Bintang Primavera Bandung Foto: dok. pribadi

Dengan makin populernya restoran tersebut, Supriyono tetap waspada urusan dapur. Sebab, semua proses memasak masih dilakukan secara manual.

"Kami tidak menggunakan timer atau mesin, semua dikerjakan dengan manual. Setelah ayam dibersihkan, perebusan ayam harus ditunggu. Kemudian direndam dengan bumbu dan diungkep yang butuh waktu sekitar satu jam. Kalau kelamaan (ungkep) bisa terlalu asin atau ayamnya hancur makanya harus cermat," kata Supriyono.

"Nah saat paling ribet ada pada proses menggoreng. Api tidak boleh terlalu boleh besar ataupun terlalu kecil. Jangan sampai yang masak ngantuk, apalagi kami buka sejak pagi," tutur dia.

Supriyono tak membuka cabang usaha itu. Dia bersikukuh untuk membesarkan usaha tersebut di lokasi pertamanya.

Ayam Goreng Nikmat
Alamat: Jl. Panaitan No. 9 Bandung
Jam buka: 10.00-21.00 WIB



(fem/krs)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed