DetikSepakbola
Minggu 20 Januari 2019, 12:55 WIB

Dulu Plt Sekjen, Kini Joko Driyono Plt Ketua Umum PSSI

Amalia Dwi Septi - detikSport
Dulu Plt Sekjen, Kini Joko Driyono Plt Ketua Umum PSSI Foto: Nyoman Budhiana/ama/ANTARA FOTO
Jakarta - Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, dipastikan mundur dari jabatannya. Joko Driyono pun dipilih untuk menggantikannya sebagai caretaker atau pelaksana tugas.

Edy mengumumkan pengunduran dirinya di dalam sambutan sebelum Kongres Tahunan PSSI 2019 digelar pada Minggu (20/1/2019). Edy menilai keputusan itu sebagai yang terbaik untuk PSSI ke depan.

Tongkat kepimpinan Edy pun diserahkan kepada Joko Driyono yang merupakan Wakil Ketum PSSI. Pria asal Ngawi itu bukan pertama kali menjadi Plt di dalam kepengurusannya di PSSI.


detikSport merangkum kiprah Joko Driyono yang kini menjadi Plt Ketua Umum PSSI:

Karier Pertama di PSSI

Joko Driyono sudah masuk dalam lingkungan sepakbola sejak era Nurdin Halid. Awal kareir sepakbola pria yang akrab disapa Jokdri itu dimulai saat menjadi pemain dalam Piala Soeratin Ngawi. Sempat berseragam Putra Gelora, Joko kemudian menjadi manajer Pelita Krakatau Steel.

Pelan tapi pasti, karier Joko mulai melesat dan akhirnya masuk sebagai CEO PT Liga Indonesia. Tak lama kemudian, Jokdri dipercaya sebagai Sekjen PSSI pada 2013. Dia terpilih untuk menggantikan Hadiyandra. Dia diangkat melalui kongres tahunan PSSI di Hotel Shangrila pada 17 Juni.

Yang menarik, ketika diangkat menjadi Sekjen, Joko masih menjabat sebagai CEO PT LI. Di sini lah, dia mulai merangkap jabatan. Keputusan menjadikan Jokdri sebagai sekjen PSSI dan CEO PT LI itu tak dianggap sebagai pelanggaran statuta PSSI oleh PSSI.


Mencalonkan Diri Sebagai Ketum PSSI pada 2015

Joko Driyono menjadi bakal calon Ketum PSSI pada Kongres 2015. Ketika itu, muncul delapan kandidat lain, yakni Djohar Arifin, La Nyalla Mattaliti, Bernard Limbong, Muhammad Zein, Syarif Bastaman, Subardi, Achsanul Qosasih, dan Sarman El Hakim.

Tapi, Kongres menghasilkan La Nyalla sebagai Ketum PSSI yang ditemani oleh Hinca Pandjaitan dan Erwin D Budiawan sebagai wakilnya. Tak lama kemudian, pemerintah akhirnya membekukan PSSI.

Terpilih Jadi Wakil Ketum PSSI

Setelah dibekukan, PSSI kembali menggelar Kongres Luar Biasa PSSI yang digelar di Ancol pada 10 November 2016 lalu. Edy Rahmayadi terpilih menjadi Ketum dengan suara terbanyak, 76 suara.

Edy sukses menyingkirkan tiga calon lainnya, yaitu Kurniawan Dwi Yulianto, Benhard Limbong, dan Sarman El-Hakim tidak mendapatkan suara dalam Kongres.

Nama Joko pun kembali masuk dalam kepengurusan. Dia dipilih menjadi Wakil Ketum PSSI ditemani oleh Iwan Budianto sebagai Kepala Staf Ketua Umum. Sementara Sekjen dipegang oleh Ade Wellington.

Pada prosesnya, Ade Wellington memilih mundur sebagai sekjen. Edy menunjuk Joko Driyono untuk menjabat sebagai plt.

Joko Jadi Plt Ketum PSSI Gantikan Edy Rahmayadi

Di tengah kepemimpinan sebagai Ketum PSSI, Edy mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumatera Utara. Dia memilih untuk cuti sementara selama masa kampanye.

PSSI akhirnya Joko sebagai plt. Joko, yang sehari-hari menjabat Wakil Ketua Umum, ditunjuk setelah Komite Eksekutif (Exco) PSSI mengadakan rapat. Rapat ini digelar tak lama usai Edy mengajukan surat pengajuan cuti menyusul keikutsertaannya dalam Pilkada Sumatra Utara.

Edy mengajukan cuti mulai 12 Februari hingga 30 Juni 2018. Dalam periode cuti Edy itu, tugasnya dijalankan oleh Joko. Keputusan itu diambil dengan alasan untuk menjaga marwah PSSI dengan memisahkan sepak bola dari kegiatan politik praktis. Di saat yang bersamaan, PSSI sedang menyambut hajat besar dengan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018.


Tapi, justru setelah resmi menjadi gubernur Sumut, Edy melanjutkan kerja di PSSI. Seruan edy out santer namun tak ditanggapi dengan serius oleh PSSI. Pengurus PSSI lain mengizinkan Edy untuk menjalani dua jabatan itu secara bersama-sama.



(ads/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed