sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 15 Feb 2019 17:35 WIB

Janji Stadion untuk Persija Jakarta, PHP atau Realistis?

Mercy Raya - detikSport
Perayaan Persija Jakarta saat juara Liga 1 2018. (Rifkianto Nugroho/detikSport) Perayaan Persija Jakarta saat juara Liga 1 2018. (Rifkianto Nugroho/detikSport)
Jakarta - Curhatan Ismed Sofyan yang yang selalu di-PHP (pemberi harapan palsu) gubernur DKI Jakarta untuk membangun stadion bagi Persija Jakarta mengingatkan kepada janji Stadion BMW. Sudah sejauh mana rencana pendirian Stadion BMW?

Stadion BMW, yang menjadi bagian dari kompleks olahraga di Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang rencananya dibangun sebagai homebase Persija menjadi salah satu janji kampanye Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Janji itu diucapkan lagi saat Macan Kemayoran merayakan juara Liga 1 2018 di Balai Kota pada 15 Desember.

Bagaimana perkembangannya dua bulan ini?

Project Director PT. Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin, mengatakan saat ini sedang mematangkan desain. Dia menjadwalkan peletakkan batu pertama Stadion BMW pada awal Maret 2019 alias dua pekan lagi.

(Hal menyedihkan) janji Gubernur dan stadion. Sekarang, Persija tidak punya stadion lagi selain GBKIsmed Sofyan, bek Persija Jakarta














"Masih awal bulan depan dan kami pasti undang The Jakmania untuk acara tersebut. Tapi, sekarang ini, kami masih finalisasi desainnya untuk disiapkan tender kontraktor. Basic desainnya sudah sekitar 95 persen lah," kata Iwan kepada detikSport, Jumat (15/2/2019).

Stadion BMW yang dijanjikan untuk markas Persija Jakarta sedang dalam tahap finalisasi desain. Stadion BMW yang dijanjikan untuk markas Persija Jakarta sedang dalam tahap finalisasi desain. (Pradita Utama/detikSprot)

Setelah peletakkan batu pertama, pembangunan tidak bisa serta-merta dilaksanakan. Jakpro membutuhkan waktu untuk proses lain hingga April atau Mei.


Iwan bilang, setelah desain jadi, di akhir bulan Maret, kemudian dilakukan proses pengadaan kontraktor supaya bisa disegerakan pembangunannya berikut proses perizinannya.

"Jadi nanti ada tendernya juga baru sekitar sekitar April-Mei baru bisa dibangun," dia menjelaskan.

Kendati desain sudah mendekati final, Iwan belum dapat mengungkapkan detail nilai kontrak untuk pembangunan Stadion BMW. Dia menunggu hingga desain rampung dengan sempurna.

"Maka itu, sekarang kami kejar finalisasi desain supaya kami bisa estimasi budget konstruksinya berapa. Kan kalau desainnya sudah fixed materialnya apa? Spesifikasinya apa? Jadi, kami sudah tahu berapa estimasi biayanya yang dibutuhkan," dia mengungkapkan.

Iwan menegaskan Stadion BMW tak akan kalah dengan stadion yang ada di dunia. Sebab, mereka menggandeng konsultan lokal dan internasional. Untuk lokal, konsultan dari anak perusahaan PT. Jakpro, yakni PT. Jakarta Konsultindo (Jakon). Sementara, konsultan asing belum ditentukan.

"Kami belum bisa umumkan karena kontraktor yang mau ikut tender mencari data. Nanti jadinya tidak fair. Kalau Jakon memang dari awal mereka sudah bantu studi kelayakan, apanya semua sudah terlibat," ujarnya.


Persija memang sedang membutuhkan stadion di Jakarta. Sepanjang musim lalu, Persija hanya bermain lima kali di Jakarta. Selebihnya, Macan Kemayoran menjadi tim musafir dengan berpindah-pindah homebase.


(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed