Trauma Rusuh Musim lalu, Aparat Larang Persik vs Arema di Kediri

- Sepakbola
Selasa, 09 Sep 2008 13:07 WIB
Kediri - Trauma tampaknya masih memnbekas di segenap warga kota Kediri dari insiden kerusuhan yang dilakukan Aremania di babak delapan besar Liga Indonesia 2007.

Polresta Kediri sebagai pihak yang bertanggung jawab atas keamanan, tidak memberi izin pertandingan Liga Super Indonesia antara Persik versus Arema Malang digelar di Stadion Brawijaya.

Kepastian tidak adanya izin tersebut disampaikan oleh Ketua Panpel Persik, Rachno Irianto, kepada detiksport.

"Kami sudah menerima surat pemberitahuan dari Polresta Kediri, yang intinya partai lanjutan Persik melawan Arema Malang pada tanggal 11 Oktober tidak bisa digelar di Stadion Brawijaya," kata Rachno saat ditemui di kantornya, Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup, Selasa (9/9/2008).

Rachno menjelaskan, alasan mendasar yang digunakan aparat kepolisian dalam penolakan pemberian izin tersebut adalah terkait sikap anarkis Aremania yang dinilai sudah tak bisa lagi ditolerir. Akibat insiden musim lalu itu Rachno mengaku bukan hanya kerugian material yang dialami Kota Kediri, melainkan juga inmaterial tak ternilai harganya.

"Tak sepeser pun mereka bersedia bertanggung jawab akibat kerugian itu. Ini satu penegasan, tak ada tempat lagi untuk Arema dan suporternya di Kediri," jelas Rachno.

Dengan tidak adanya zin tersebut, Rachno mengaku pihak Persik sebenarnya mengalami beberapa kerugian, antara lain tidak terjualnya tiket masuk stadion dan secara tim dirugikan karena beban mental seperti bermain tandang.

"Tapi kami tidak bisa memprotes penolakan aparat kepolisian tersebut. Ini demi kebaikan warga Kota Kediri seluruhnya," tegas Rachno.

Sementara itu Sekretaris Persik Barnardi saat dikonfirmasi secara terpisah mengatakan, lokasi pertandingan antara Persik melawan Arema akan dipindahkan ke Stadion Manahan Solo. Pihak manajemen diakuinya telah menghubungi Panpel Persis Solo, terkait peminjaman stadion.

"Sebenarnya kami akan memilih Stadion Gelora Delta, tapi kami berfikir ulang secara mental di sana akan lebih menguntungkan Arema," kata Barnardi saat ditemui di Kantor Persik, Jalan Diponegoro No.7 Kota Kediri.

(a2s/key)