DetikSepakbola
Rabu 17 April 2013, 17:20 WIB

Walikota Surabaya Surati PSSI Karena Tak Ingin Suporter Pecah

- detikSport
Walikota Surabaya Surati PSSI Karena Tak Ingin Suporter Pecah
Surabaya - Walikota Surabaya Tri Rismaharini menyadari dirinya tak punya wewenang apapun untuk mengubah sebuah keputusan PSSI. Namun ia juga tak ingin ada perpecahan di level suporter.

\\\"Kami tidak ingin ada perpecahan di bawah (kalangan suporter),\\\" ujar Risma saat menjadi salah satu speaker di acara amal UNIF Woman Community (UWC) di Pakuwon Imperial Ballroom 1, Pakuwon Golf and Family Club, Rabu (17\/4\/2013).

\\\"Makanya saya kirim surat ke PSSI, meskipun saya tidak berhak memutuskan main atau tidaknya Persebaya 1927,\\\" tukasnya.

Risma menyurati PSSI setelah federasi memutuskan bahwa Persebaya (1927) tidak bisa mengikuti kompetisi musim depan, karena menurut La Nyalla Mattalitti yang diakui adalah Persebaya yang saat ini bermain di Divisi Utama (DU) PT. Liga Indonesia.

Keputusan itu membuat bonek meradang. Menurut mereka Persebaya DU adalah klub hasil \\\"kloningan\\\" yang baru dibentuk di tahun 2011, sedangkan Persebaya yang \\\"asli\\\" adalah yang saat ini bermain di kompetisi Indonesian Premier League <\/em>(IPL).

Sejumlah aksi telah dan terus dilakukan bonek untuk menentang keputusan tersebut, dari petisi online sampai aksi demonstrasi. Senin lalu, misalnya, mereka menggelar aksi long-march dari kawasan Gubernur Suryo menuju Balai Kota untuk menemui Walikota Surabaya.

Usai aksi tersebut, pada Senin malam terjadi penyerangan oleh sejumlah orang kepada seorang pentolan Bonek, Andie Peci, yang mengakibatkan ia luka-luka terkena sabetan clurit (baca beritanya di sin<\/strong><\/span><\/a>i<\/span>). Hingga kini belum ada yang ditahan oleh pihak kepolisian atas penyerangan tersebut.




(nrm/a2s)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed