sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 19 Sep 2014 02:23 WIB

Jacksen Coba Terapkan Gaya Main Persipura di SSB Asad

- detikSport
detikSport/M Resha Pratama detikSport/M Resha Pratama
Purwakarta - Jacksen F Tiago sudah ditunjuk jadi pelatih untuk SSB Asli Sepak Bola Anak Desa (Asad) 313 Purwakarta. Demi meraih hasil oke di Final Dunia Danone Nations Cup (DNC) di Brasil, Jacksen coba mengaplikasikan gaya bermain Persipura Jayapura di tim tersebut.

Hal itu dikatakan Jacksen saat ia mengunjungi SSB Asad untuk pertama kalinya di Stadion Purnawarman, Purwakarta dalam rangka pembekalan kepada wakil Indonesia di final dunia DNC 2014 tersebut.

Dengan kesibukannya sebagai pelatih Persipura saat ini, Jacksen mengaku selama ini memang dirinya hanya berkomunikasi via telepon dengan pelatih SSB Asad Muhammad Ramdan. Maka dari itu kesempatan selama dua hari, 18-19 September, bakal digunakan pria Brasil itu untuk menggembleng langsung anak-anak tersebut.

Salah satunya adalah dengan mengasah lebih lagi soal sisi teknis dari para pemain, terutama pemahaman soal taktik. Dalam latihan yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dan berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam itu, Jacksen tak cuma mengasah teknik dasar bermain bola untuk anak-anak itu tapi juga soal fisik serta mini game untuk memahami lebih dalam lagi taktik yangi diberikan olehnya.

Terlebih Jacksen juga menanamkan mental bertanding karena Final Dunia DNC 2014 adalah turnamen internasional pertama SSB Asad, yang boleh dibilang masih buta dengan iklim sepakbola di Brasil sana.

"Pengalaman saya sebagai pelatih jelas dan juga pengalaman sebagai pemain selama saya di Brasil dulu, saya pernah bermain di sana. Saya juga pernah berlatih di usia dini juga sebelum saya jadi pelatih profesional. Saya bisa memakai itu sebagai modal dalam latihan ini," tutur Jacksen.

"Tapi lebih dari itu saya mau menanamkan visi kolektif dalam bermain, agar saat mereka nanti saat bermain di level yang lebih tinggi, sudah punya wawasan yang luas dalam bermain sebagai tim itu seperti apa," sambungnya.

"Namun ingat bahwa masa remaja mereka jangan sampai hilang. Tekanan pasti tidak setinggi seperti yang saya berikan di Persipura, ada beberapa bentuk permainan di Persipura yang bisa saya terapkan di sini, tapi tekanannya tentu tidak sama seperti yang saya berikan ke pemain senior."

Jacksen sendiri selama ini lebih dikenal sebagai pelatih top yang punya segudang prestasi bersama tim-tim besar Indonesia seperti Persebaya Surabaya dan Persipura, juga pengalaman melatih klub lain yakni Persitara Jakarta Utara, Persiter Ternate, dan Mitra Kukar.

Namun melatih anak-anak muda, seperti SSB Asad yang dihuni anak-anak usia 12 tahun, bukan masalah mengingat Jacksen pun sampai saat ini masih membagi waktu sebagai pelatih SSB Real Madrid di Jawa Timur.

"Saya dulu di Assabab, sebenarnya saat saya memulai karier di Persebaya (sebagai pelatih), saya dulu melatih SSB Assabab. Saya pernah juga dan bahkan sampai sekarang masih jadi bagian dari tim pelatih SSB Real Madrid di Sidoarjo, sehingga pengalaman dengan anak-anak ada," papar eks pemain Petrokimia Gresik, Persebaya, dan PSM Makassar itu.

"Setiap saya di Surabaya pasti saya kunjungi mereka, bersama anak-anak Real Madrid termasuk anak saya yang ada di sana. Jadi saya banyak pengalaman. Tapi teman-teman mungkin belum banyak yang tahu, karena sisi itu belum saya tunjukkan seperti saat ini," tutupnya.

SSB Asad merupakan pemenang final tingkat nasional yang digelar pada Juni lalu. Mereka jadi kampiun dan berhak terbang ke Brasil mewakili Indonesia setelah menyisihkan 8.350 tim atau 100.200 anak dari 32 provinsi di Indonesia.

Setelah pembekalan Jacksen F. Tiago di Purwakarta, selanjutnya Tim AQUADNC Garuda Muda 2014 dijadwalkan mengikuti training camp di Malang pada 25 Oktober - 4 November 2014, dan di Rio de Janeiro, Brazil pada 6 – 10 November 2014. Putaran final dunia Danone Nation Cup akan digelar pada 11 – 16 November 2014.

(mrp/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed