DetikSepakbola
Kamis 27 Agustus 2015, 14:25 WIB

Selfie dengan Van Gaal dan Kerinduan Peserta United Camp yang Mesti Tertahan

Rahman Fauzi - detikSport
Selfie dengan Van Gaal dan Kerinduan Peserta United Camp yang Mesti Tertahan detikSport/Rahman Fauzi
Jakarta -

Peserta United Training 2015 telah menimba pengalaman di Manchester United Soccer School selama sepuluh hari. Mereka pun saling lontar cerita lucu yang mereka alami.

I Kadek Dwi Kurniawan (16) dari Bali, Ayub Abdul Aziz (15) dari Semarang, Jero Pratama (15) dari Padang, Marselius Fanmakuni (13) dari Alor, Pamungkas Budi Wibowo (16) dari Surakarta, Jani Robert Yawan Bedes (14) dari Merauke, dan Ahmad Wahyudi Marasabessy (15) dari Tulehu menjadi pemain-pemain terpilih yang ambil bagian dalam program United Training 2015.

Mereka mengunjungi markas The Red Devils, lalu berjumpa beberapa pemain dan manajer Louis van Gaal. Tentunya, mereka tidak menyia-nyiakan momen itu untuk foto bersama. Sayangnya, kejadian konyol malah dialami salah satu dari mereka.

"Senang (ikut United Training), tapi ada tidak senangnya karena tidak bisa foto. Handphone saya rusak," cerita Jero (15) dengan wajah lugu saat jumpa pers di Wisma Achilles, Jakarta, Rabu (26/8).

Bahkan karena telepon selulernya rusak, Jero tidak sempat memberi tahu kabar ke orang tuanya begitu kembali ke Indonesia. Ketidakberuntungan juga dialami anak lain. Misalnya Ayub, yang sudah girang saat dia dan Robert bisa berfoto bersama Louis van Gaal. Telepon selulernya dipegang van Gaal untuk kemudian ber-selfie ria. Namun setelah berfoto, ternyata wajah Ayub malah tidak masuk frame. Dia yang baru menyadari hal tersebut saat tiba di hotel. Kesal bukan main.

"Ayub bilang, 'Wah, bro, muka gue nggak ada (di frame)'. Dianya jauh-jauh sih, jadi nggak dapat haha," ledek Robert kepada Ayub. Yang diledek hanya bisa mesem-mesem saat Robert menirukan gayanya. Robert sendiri merasa girang berfoto selfie dengan pelatih asal Belanda tersebut.

"Louis van Gaal bilang 'big smile' ke saya. Saya senyum lebar-lebar," seloroh Robert dengan begitu ceria.

Beruntung saja, anak-anak ini masih kebagian beberapa tanda tangan pemain MU. Mereka mengoleksi tanda tangan bintang 'Setan Merah', seperti Juan Mata, Sergio Romero, Daley Blind, dan Ander Herrera.

Meski mengalami hambatan soal bahasa, mereka mengaku berusaha keras mengerti apa yang disampaikan pelatih. Mereka kerap berkomunikasi lewat bahasa tubuh atau yang mereka bilang 'bahasa tarzan'. Pamungkas yang menjadi 'The Best Defender' sebenarnya tidak terlalu paham bila dia diberikan status tersebut.

"Pokoknya ada kata best defender," ujar Pamungkas sembari tersenyum kecil.

Meski beruntung bisa berlatih di Sekolah Sepakbola MU dan berjumpa dengan pemain, ternyata tak semuanya menggemari tim dengan koleksi gelar Premier League terbanyak ini.

"Barcelona!" kata Ahmad dengan mantap saat ditanya klub favoritnya. Dia dan Jero punya selera yang sama soal klub favorit.

Mereka berangkat ke Inggris tanggal 14 Agustus lalu. Soal tanggal keberantkatan itu, ada perasaan yang mengganjal di hati Marsel ketika dirinya dan teman-teman tak ikut merayakan hari kemerdekaan Indonesia di Tanah Air.

Selain itu, ada beberapa hal yang membuat mereka rindu pada negeri sendiri. Termasuk soal makanan.

"Pas 17 Agustus, kangen upacara bendera dengan teman-teman," kata Marsel.

"Makanan di sana rasanya beda, sayurnya saja beda," ucap Ahmad yang mengaku jadi banyak mengonsumsi roti selama di Inggris.

Mereka semua berasal dari keluarga yang sederhana. Ayah Ahmad hanya tukang servis jam di terminal Tulehu dan ayahnya Jero menjual seng untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sementara Ayub memiliki ayah yang berprofesi sebagai supir truk trailer. Sedangkan Robert telah berpisah dengan ibunya sejak kecil dan sampai sekarang tidak tahu dimana keberadaan ibunya.

Mereka merasa sepakbola begitu memberi kesenangan untuk mereka. Oleh karenanya, bercita-cita menjadi pesepakbola sekaligus upaya memperbaiki nasib.

"Saya ingin menjadi pemain sepakbola profesional. Saya ingin bermain, masuk di televisi, supaya ibu saya bisa lihat. Saya berharap suatu saat nanti, ayah adopsi saya bisa tahu bahwa dia telah membesarkan anak yang berguna," ungkap Robert.

===

Foto:  Ahmad (kiri) dan Jero (kanan) peserta United Training 2015 bercerita pengalaman berlatih di Manchester, Inggris.



(roz/din)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed