Umuh bersama 84 anggota PSSI mendatangi Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa (3/5) sore. Dalam pertemuan tersebut, 85 voter menyerahkan surat yang ditandatangani oleh masing-masing anggota. Surat itu berisi pernyataan bahwa mereka mendesak digelarnya KLB secepat-cepatnya.
"Jadi begini, ya, saya banyak ditelepon kawan-kawan. Semua minta untuk KLB, saya bilang saya tidak bisa kalau saya sendiri. Tapi, kalau memang benar kalian mau, silakan kalian membuat pernyataan masing-masing. Alhamdulillah ternyata tadi saya kaget juga, ada sampai 85 anggota yang mendukung dan sekarang masih ada yang nyusul juga," ujar Umuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya, harus secepatnya sebelum tanggal 15 Mei juga kalau bisa, ya, lebih bagus. Kami 'kan tidak melanggar aturan, kami sesuai dengan statuta. Kami tidak sembarangan bicara, karena kami mengharapkan cepat supaya nanti kami bisa menggulirkan kompetisi resmi."
Kendati sudah ada permintaan KLB, pria 67 tahun itu berharap pembekuan PSSI dicabut lebih dulu, agar KLB bisa cepat terlaksana. Dia yakin pencabutan pembekuan PSSI akan dilakukan dalam waktu dekat.
"Supaya cepat FIFA mencabut sanksi dan supaya cepat juga Menpora mencabut pembekuan. Kami tunggu Menpora mencabut pembekuan PSSI."
Salah satu agenda KLB nantinya, para anggota PSSI menginginkan ketua umum yang baru. Umuh menegaskan, siapa pun calon yang terpilih diharapkan bisa membawa sepakbola Indonesia lebih baik.
"Siapa pun yang nanti terpilih jadi ketua pasti kami dukung asalkan benar-benar untuk memajukan sepakbola Indonesia. Sampai sekarang kami belum ada calonnya, tapi nanti kami lihat siapa yang pantas dan berhak duduk jadi ketum PSSI," kata Umuh.
(ads/roz)











































