Namun begitu, Bepe berharap ada pembelajaran yang bisa diambil dari kejadian itu. Ia tidak mau pembekuan selama satu tahun tersebut terbuang sia-sia.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi telah 'mencairkan' PSSI pada 10 Mei lalu, dua hari sebelum kongres FIFA di Meksiko, pada 12-13 Mei, dihelat. 'Pencairan' PSSI itu kemudian membuat FIFA, dalam kongres tersebut, mencabut sanksi mereka atas Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bepe berharap pembekuan dan sanksi FIFA Indonesia selama satu ini dapat membuka mata semua pihak agar melakukan perubahan dan membawa sepakbola Indonesia lebih baik lagi. Tapi kalau kondisinya sama saja, eks penyerang timnas Indonesia itu menilai sepakbola tanah air akan mengalami kemunduran.
"Bagi saya, sanksi dicabut atau tidak, itu pasti terjadi, cepat atau lambat. Tapi, apa hasil dari pembekuan ini? Perbaikan apa yang didapatkan setelah melewati masa-masa itu. Kalau melewatinya, tapi (kondisinya) sama saja, kami tidak dapat apa-apa," ujar Bepe dalam acara bertajuk "Menangkan Harimu bersama NIVEA MEN dan jadilah seperti Bambang Pamungkas dan Richard Kyle", di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (18/5).
"Seharusnya pembelajaran yang terjadi, bisa membuat kami lebih baik. Tapi kalau tidak, berarti kami hanya buang-buang waktu saja."
Kini, setelah pembekuan dicabut oleh Menpora dan sanksi diangkat oleh FIFA, PSSI pun bersiap untuk menyusun tim nasional. Yang terdekat, PSSI diharapkan segera mempersiapkan timnas menuju Piala AFF pada November mendatang.
(ads/roz)











































