Pressing Tinggi di Babak Kedua Berbuah Kemenangan Indonesia

Piala AFF

Pressing Tinggi di Babak Kedua Berbuah Kemenangan Indonesia

Lucas Aditya - Sepakbola
Minggu, 04 Des 2016 00:43 WIB
Foto: Rachman Haryanto/detikSport
Bogor - Timnas Indonesia kembali membuktikan diri berbahaya di babak kedua. Perubahan taktik melakukan pressing tinggi disebut menjadi kunci menaklukkan Vietnam.

Dalam leg pertama babak semifinal Piala AFF di Stadion Pakansari, Sabtu (3/12/2016) malam WIB, Indonesia memetik kemenangan dengan skor akhir 2-1. Di babak pertama, Indonesia dengan Vietnam sempat imbang 1-1.

Indonesia mencetak gol lebih dulu lewat gol Hansamu Yama Pranata di menit ketujuh. Yang disamakan oleh Nguyen Van Quyet.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam catatan Soccerway kalah penguasaan bola. 'Pasukan Garuda' membuat 43 persen ball possession.

Soal peluang, Indonesia mampu mencatatkan sembilan percobaan dengan lima di antaranya melenceng dan empat menemui bidang. Sementara itu, Vietnam mampu delapan kali melepaskan tembakan, tiga mencapai sasaran.

Di babak kedua, Indonesia langsung menekan. Hasilnya, gol lewat titik putih yang dikemas oleh Boaz Salossa di menit 50. Sebelumnya, sebuah pelanggaran harus dilakukan pemain belakang Vietnam di dalam kotak penalti karena Stefano Lilipaly mampu lolos dari penjagaan.

Di saat jumpa pewarta, pelatih timnas, Alfred Riedl, mengungkapkan kunci kemenangan timnya. Pressing tinggi terhadap pemain Vietnam disebut berjalan dengan sempurna, hingga bisa menang. Meskipun, Riedl menyadari risiko tinggi strategi tersebut.

"Soal taktik di babak kedua, kami bermain bagus di babak kedua. Bermain bagus sekitar 15 menit, mengambil keputusan untuk melakukan pressing lebih tinggi. Ini kami bisa bilang berhasil," kata Riedl usai pertandingan.

"Setelah itu tenaga kami menurun, kami tak bisa menguasai bola. Tapi mereka bermain sesuai keinginan tim pelatih: bisa bermain pressing tinggi dalam tempo 20 menit," imbuhnya.


(cas/fem)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads