DetikSepakbola
Kamis 15 Desember 2016, 20:59 WIB

Timnas Sudah Tampil Oke, Manajemen Tiket Masih Berantakan

Mercy Raya - detikSport
Timnas Sudah Tampil Oke, Manajemen Tiket Masih Berantakan Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Indonesia tampil luar biasa saat mengalahkan Thailand 2-1. Sayangnya untuk urusan tiket, mulai dari penjualan sampai akses masuk stadion, menyisakan banyak masalah.

Saat Indonesia bisa membalikkan keadaan dan akhirnya menang 2-1 atas Thailand di leg pertama final Piala AFF 2016, banyak penonton pemegang tiket tidak bisa masuk ke dalam stadion.

CNN Indonesia melaporkan kalau ada ratusan pemegang tiket tidak bisa masuk stadion. detikSport sempat bertemu dengan Sony, seorang suporter asal Bogor yang tidak mendapat tempat duduk, padahal dia membeli tiket VIP. Pun begitu dengan Jufron yang datang dari Sukabumi dan menggenggam tiket Kategori 1. Dia cuma bisa pasrah dan kecewa karena tidak bisa mendapatkan haknya.

Menurut laporan lain, ada juga pemegang tiket yang tidak bisa melewati pemeriksaan menggunakan scanner. Padahal mereka mengklaim membeli tiket di tempat resmi.

Timnas Sudah Tampil Oke, Manajemen Tiket Masih BerantakanFoto: CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama


Kepala Komunikasi Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, menyebut ada praktek penjualan online tiket palsu. Dia mengetahui itu H-4 sebelum pertandingan laga antara Indonesia dan Thailand digelar.

"Saya sudah mengetahui hal itu dari PSSI. Akhir pekan lalu, PSSI sendiri yang meminta bantuan untuk melakukan pemblokiran terhadap akun yang diduga menjual tiket palsu tersebut. Akun twitternya bernama @TiketTimnas dan nama Line : bernadfelix," kata Gatot.

Namun, pemblokiran itu tetap tidak bisa mengembalikan apa yang sudah dibeli oleh suporter. "Tapi poinnya sebenarnya adalah kalau hal-hal yang sifatnya penjualan tiket dan ilegal kami pasti akan bantu PSSI karena setelah adanya informasi itu pun kami langsung berkoordinasi dengan Kominfo untuk mengecek akun tersebut."

Di luar itu, Gatot menyebut kalau sistem yang digunakan PSSI untuk menjual tiket di GBK (semifinal) maupun di Markas Kostrad (final) masih banyak kekurangan.

"Mereka menyadari kekurangan itu dan mereka ingin berbenah. Mereka menjelaskan kepada kami kenapa harus kerjasama dengan Kisotix. com, serta menjelaskan alasan kenapa di Markas Kostrad untuk mengurangi percaloan. Meski kemungkinan calo pasti terus ada, hanya tidak mencolok sebelumnya. Tetapi mereka menyadari bahwa harus banyak melakukan pembenahan," ujar Gatot.

Gatot berharap kekacauan masalah tiket Piala AFF tidak terulang saat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

"Kalau itu clear, yang mengadakan penjualan kan bukan PSSI, tetapi INASGOC. Kami juga akan bekerjasama dengan perusahaan jasa penjualan tiket online ternama. Seperti acara musik, itu kan ada sekitar 40-an lah perusahaan mungkin saja kami akan sebar untuk mengurangi beban juga," pungkas dia.

Selain di stadion, persoalan tiket sudah muncul sejak dari proses penjualan. Pemindahan penjualan tiket dari Stadion GBK ke Markas Kostrad, yang niatnya meminimalkan calo, tak berjalan mulus. Panpel dinilai tak siap menghadapi membludaknya pencari tiket yang datang.

[Baca Juga: Penjualan Tiket Kembali Tak Lancar, Panpel Dinilai Tak Siap]
(mcy/din)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed