DetikSepakbola
Sabtu 13 Januari 2018, 10:27 WIB

Persija Bermarkas di Karawang, Sejumlah Hal Ini Jadi Fokus Polisi

Luthfiana Awaluddin - detikSport
Persija Bermarkas di Karawang, Sejumlah Hal Ini Jadi Fokus Polisi Sebuah sesi latihan Persija Jakarta (Foto: Amalia Dwi Septi)
Karawang - Keputusan Persija Jakarta bermarkas di Karawang masih menjadi perhatian tersendiri dari kepolisian setempat. Ada sejumlah hal yang jadi fokus perhatian.

"Kita lihat kondisi stadion Singaperbangsa minim lahan parkir. Letaknya juga dekat sekali dengan Pemda dan rumah dinas Bupati dan wakilnya," kata Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan saat ditemui detikSport usai gala dinner Persika Karawang bersama kalangan industri di Karawang, Jumat (12/1/2018) malam.

Sehubungan dengan itu, jika memang situasi dan kondisi pada prosesnya nanti dinilai tidak memungkinkan, Hendy memunculkan opsi tanpa penonton pada saat Persija memainkan laga kandangnya di Karawang.

"Kalau memang harus berlaga, mungkin tidak usah ada penonton. Siaran langsung saja, nonton di TV masing-masing," ujar Hendy.

Pernyataan tersebut ia lontarkan karena mengacu pada insiden yang melibatkan Jakmania, suporter Persija, di GBK pada dua tahun lalu. Apalagi Hendy melihat langsung kerusuhan tersebut. Ia tak mau hal semacam itu terulang, apalagi Karawang juga sempat disebutnya memiliki cukup banyak suporter Persib Bandung yang merupakan rival berat Persija.

Terkait hal itu saat ini ia juga terus memantau aktivitas di media sosial. Menurutnya Jakmania dan Bobotoh sudah mulai "panas" di jagat maya terkait keputusan Persija bermarkas di Karawang. "Itu bisa jadi sumber-sumber bentrokan yang harus kita antisipasi."

Hendy pun menegaskan bahwa pihaknya masih terus menyusun kajian mengenai aspek keamanan sehubungan dengan bermarkasnya Persija di Karawang. Hasilnya akan disampaikan ke berbagai pihak termasuk manajemen Persija, Persika, Pemda Karawang, dan pimpinan Polri.

"Saya sedang menelaah dan menyusun banyak hal untuk dikomunikasikan. Kita ingin membahagiakan masyarakat tapi kita lihat juga efek ke depannya. Jangan ingin hura-hura tapi kita harus menanggung perbaikan," tutur Hendy.



(krs/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed