DetikSepakbola
Senin 26 Februari 2018, 19:19 WIB

Kemenpora Kukuhkan Forum Pembinaan Sekolah Sepakbola Indonesia

Amalia Dwi Septi - detikSport
Kemenpora Kukuhkan Forum Pembinaan Sekolah Sepakbola Indonesia Forum Pembinaan Sekolah Sepakbola Indonesia (Mercy Raya/Detiksport)
Jakarta - Kemenpora resmi mengukuhkan organisasi Forum Pembinaan Sekolah Sepak bola Indonesia (FOPSSI). Hadirnya FOPSSI diharapkan mampu menjadi atap bagi SSB di seluruh Indonesia.

Indonesia merupakan salah satu negara pecinta sepakbola terbesar di dunia dan memiliki bibit-bibit pesepakbola berbakat. Hal itu terbuktinya dengan banyaknya SSB di seluruh daerah di tanah air.

SSB adalah salah satu wadah untuk membantu mengembangkan bakat pemain sejak usia dini. Dengan begitu, para calon pemain bisa menjadi pemain yang lebih berkualitas. Karena alasan itulah, FOPSSI didirikan sebagai atap SSB-SSB di tanah air.

Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta pun akhirnya mengukuhkan pengurus FOPSSI masa bakti 2018 hingga 2023 di Jakarta, Senin (27/2/2018). Dalam kesempatan itu, Isnanta menyambut baik lahirnya forum pembinaan usia muda dalam sepakbola di Indonesia.

"Kami merespon lahirnya sebuah forum untuk pembinaan sepakbola usia muda. Karena, prestasi dalam sepakbola sangat di rindukan oleh masyarakat. Tapi untuk bisa berprestasi tak mungkin Kemenpora dan PSSI menyiapkannya sendiri," ujar Isnanta.

"Mengingat, Indonesia itu negara yang luas dan tidak seperti Singapura. Maka dari itu, Kemenpora terlalu pendek tangannya kalau setiap hari harus membina langsung dari Sabang sampe Merauke,"

"Dengan adanya FOPSSI ini, kami berharap nantinya ada diklat-diklat sepakbola usia muda. Selain itu, forum ini juga mampu membidik calon pemain berkualitas di setiap daerah dan plosok-plosok Indonesia yang memang belum tersentuh dengan sebuah pembinaan,"

Isnanta pun meminta agar FOPSSI bisa menyusun basis data-data pemain muda yang ada di Indonesia. Dengan begitu, bisa memudahkan para pemandu bakat nasional mencari bibit pesepakbola potensial.

"Basis data dengan teknologi informasi akan memudahkan pemantauan seorang atlet sejak usia dini, termasuk prestasi yang diraihnya serta kondisi fisik. Data-data itu juga bermanfaat untuk mengembangkan penyelenggaraan kejuaraan di daerah,"

"Berbekal data itu, FOPSSI juga dapat menggairahkan roda kompetisi di daerah dengan menggandeng para sponsor sehingga semarak kompetisi tidak hanya berpusat di Jakarta dan daerah sekitarnya," ujar Isnanta.

Tak hanya itu, Isnanta berharap FOPSSI bisa membantu memudahkan pengorganisasian SSB yang ada di daerah-daerah yang bisa mencapai 5 ribu SSB.

"Seperti Jawa Barat, misalnya, punya sekitar 800 sekolah sepakbola dan hanya satu yang benar-benar terurus. FOPSSI dapat meningkatkan mutu para pelatih serta manajemen dan teknik latihan," demikian Isnanta.


(ads/mrp)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed