DetikSepakbola
Selasa 08 Mei 2018, 17:17 WIB

Menpora Ancam Turun Tangan Jika PSSI Tak Lekas Menuntaskan Aksi Kekerasan

Mercy Raya - detikSport
Menpora Ancam Turun Tangan Jika PSSI Tak Lekas Menuntaskan Aksi Kekerasan Foto: dok. GP Nasdem
Jakarta - Aksi kekerasan yang kembali terjadi di Liga 3 2018 turut dikomentari Menpora Imam Nahrawi. Dia mengancam akan turun tangan jika tak cepat-cepat diselesaikan.

Baru-baru ini, sepakbola Indonesia kembali menampilkan kericuhan di dalam lapangan. Secara khusus dalam laga delapan besar Liga 3 Zona Jawa Tengah yang menampilkan pertandingan Persitema dengan PSIP Pemalang dan Persibara Banjarnegara melawan Bhayangkara Muda.

Persitema merasa kurang puas dengan keputusan wasit yang mengesahkan gol tendangan pojok pemain PSIP padahal bola sempat terlepas tapi biasa dikuasai lagi oleh sang kiper.

Baca Juga: Tentang Dua Kericuhan di Pertandingan Liga 3

Pemain PSIP mengklaim bola yang terlepas itu sudah masuk ke dalam gawang. Wasit kemudian mengesahkan gol itu sehingga skor menjadi 1-1.

Keputusan itu membuat suporter Persitema mengamuk. Mereka melempari berbagai barang ke dalam lapangan, dan dalam sebuah video tampak seorang wasit terkapar. Di dekatnya, pemain Persitema berdiri sambil marah-marah kepada sang wasit.

Adapun di pertandingan Persibara vs Bhayangkara Muda di Stadion Sumitro Kolopaking, Banjarnegara, kericuhan terjadi karena dipicu sebuah pelanggaran. Di tengah pertandingan, pemain Persibara mendapat pelanggaran keras dari pemain Bhayangkara, yang mengerang kesakitan di lapangan usai ditubruk lawan.

Wasit lantas memberi kartu kuning untuk pemain Bhayangkara. Protes pun terjadi dan kemudian terlihat pemain bernomor punggung 8 tidak terima lalu melayangkan pukulan untuk wasit. Wasit sendiri kemudian mendapat perawatan.

"Yang pasti tegakkan regulasi dan aturan yang sudah dibuat oleh PSSI, oleh operator secara konsisten dengan baik," kata Imam ketika ditemui di Hotel Atlet Century, Senayan, Selasa (8/5/2018).

"Tapi ini berulang? ketika berulang tindak dengan keras. Berulang lagi, tindak lagi. Jangan dibiarkan," ujar Imam kemudian.

Menteri asal Bangkalan itu mengatakan akan ambil alih jika memang PSSI, Komdis, maupun operator tak bisa menyelesaikannya.

"Ya kecuali mereka tak bisa menyelesaikan. Komdis sudah melakukan tugasnya dengan baik, tapi perlu ditegaskan lagi," ujar dia.


(mcy/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed