DetikSepakbola
Rabu 05 September 2018, 20:17 WIB

Dilantik Jadi Gubernur Sumut, Apakah Edy Rahmayadi Mau Mundur dari PSSI?

Amalia Dwi Septi - detikSport
Dilantik Jadi Gubernur Sumut, Apakah Edy Rahmayadi Mau Mundur dari PSSI? Edy Rahmayadi resmi jadi Gurnur Sumatera Utara, bagaimana posisinya di PSSI? (Randy Prasatya/detikcom)
Jakarta - Edy Rahmayadi telah resmi dilantik menjadi Gubernur Sumatera Utara. Kapan Edy akan mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI?

Edy resmi menjabat Gubernur Sumut dengan Musa Rajekshah sebagai wakilnya. Keduanya telah dilantik hari ini, Rabu (5/9/2018) bersama delapan pasangan gubernur-wakil gubernur lain, oleh Presiden Ri Joko Widodo.

Selain menjabat gubernur, Edy saat ini juga masih aktif menduduki posisi ketua umum PSSI. Edy berulang kali menegaskan dirinya tak akan mundur dari PSSI dan dan menyakinkan roda organisasi federasi sepakbola Indonesia itu tidak terganggu.

Pengamat sepakbola dari SOS (Save Our Soccer), Akmal Marhali Edy, menyebut Edy seharusnya rela melepas jabatannya di PSSI. Sebab, tugasnya terlalu berat jika harus dijalani bersamaan.



"Yang pertama, selamat atas pelantikan Pak Edy sebagai Gubernur Sumut. Semoga makin maju. Kedua, sebaiknya Pak Edy mundur dari PSSI. Agar bisa fokus membangun Sumatera Utara dan juga baik buat PSSI," ujar Akmal kepada detikSport, Rabu (6/9/2018).

"Sumut dan PSSI perlu pembenahan serius. Butuh dikelola dengan fokus. Sulit mencapai prestasi apabila dirangkap karena antara Sumut dan PSSI dua sisi yang berbeda," ujar Akmal kepada detikSport, Rabu (6/9/2018).

Masalah rangkap jabatan sejatinya telah dibahas berulang kali. PSSI mengklaim hal itu tak melanggar statuta. Namun tetap saja, PSSI, menurut Akmal, membutuhkan sosok yang fokus membenahi sepakbola Indonesia.

"Pengurus PSSI boleh berkilah dan mencari-cari alasan boleh rangkap jabatan. Tapi, tetap tidak bagus dan efektif apabila dirangkap. PSSI butuh figur yang benar-benar fokus 24 jam membenahi sepakbola Indonesia yang banyak masalah."

"Tetap rangkap juga akan berdampak kurang bagus. Masalah di Sumut akan dikaitkan dengan PSSI. Begitu juga masalah PSSI akan selalu dibenturkan dengan Sumut. Sangat bijaksana dan akan menjadi teladan apabila dilepas salah satunya. Demi kebaikan. Kebaikan Sumut dan kebaikan sepakbola Indonesia," paparnya lagi.

Akmal juga menilai PSSI tak boleh dicampuradukan dengan politik. Sudah saatnya PSSI diurus oleh sosok yang fokus setelah sekian lama jalan di tempat.

"Benturan dengan politik tak bisa dihindari ketika Pak Edy bertugas sebagai Gubernur Sumut dan PSSI. Apalagi Statuta PSSI menekankan di bab pembuka bahwa sepakbola tidak boleh berbenturan dengan urusan politik," tuturnya.

Jika Edy mau mundur sebagai Ketum PSSI, pria yang juga pengurus SOS (Save Our Soccer) itu menilai masih banyak figur yang bisa memimpin PSSI. Salah satunya adalah mantan pesepakbola.

"Caranya segera buat Munaslub untuk menentukan pemilihan ketua Baru. Soal figur banyak sosok potensial. Tapi, PSSI tampaknya perlu potong satu generasi agar terjadi perubahan dan percepatan perbaikan sepakbola nasional,"

"Sudah waktunya mantan pesepakbola pegang kendali PSSI agar benar-benar memahami masalah sepakbola dan mampu cepat mencarikan solusi," pungkasnya.
(ads/din)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed