sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 19 Des 2018 22:27 WIB

Peredaran Uang di Sepakbola Indonesia Diduga Bukan Kasus Penipuan Semata

Femi Diah - detikSport
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Kapolri Tito Karnavian menyebut transaksi uang yang melibatkan pengurus PSSI, klub, dan pihak lain bukan sebatas penipuan. Polri pun bakal menelusurinya.

Tito hadir dalam acara Mata Najwa PSSI Bisa Apa Jilid 2, Rabu (19/12) malam WIB. Sebelum berbicara, Tito telah mendengarkan sejumlah kesaksian dari perwakilan klub, perantara, dan mantan Direktur badan Liga Indonesia yang dijuluki godfather sepakbola Indonesia, Andi Darussalam Tabusalla.

Di antaranya, adanya permintaan transfer sejumlah uang oleh klub kepada pengurus PSSI. Ada yang secara langsung, sebagian lain melalui perantara.


"Saya prihatin, saya pernah mendengar isu seperti itu, match fixing, pengaturan skor, mengatur ranking, tapi sampai sekarang belum bisa dibuktikan. Ini ada pengakuan dan keterangan dari inner circle, dari dalam orang itu sendiri. Saya pribadi mengapresiasi mereka atas keberanian sebagai wistle blower. Ini pintu masuk untuk membuka fenomena besar," kata Tito.

"Ada bukti-bukti yang ditampilkan. Ini bisa kasus penipuan saja, dalam pidana penipuan. Itu bisa berkembang penipuan orang-per orang atau sebagai bagian yang sistematis. Pengaturan skor, pengaturan pertandingan, ini gunung es yang besar di satu kasus di penipuan," kata Tito.

"Kepolisian melihat dari fakta, saksi, dan ada tuntutan publik untuk melihat persepakbolaan Indonesia yang sehat, hiburan, dan kebanggaan bangsa. Sudah waktunya, ini tak boleh dibiarkan. Sepertinya tidak hanya penipuan, ada sesuatu yang lebih besar," kata Tito.

(fem/yna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com