sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 13 Feb 2019 09:17 WIB

One on One

Ismed Sofyan Kecil: Main Bola di Sawah dan Kebun

Randy Prasatya - detikSport
Ismed Sofyan mengaku terlambat kenal sepakbola. (Foto: Rengga Sancaya/detikcom) Ismed Sofyan mengaku terlambat kenal sepakbola. (Foto: Rengga Sancaya/detikcom)
FOKUS BERITA Auman Ismed Sofyan
Jakarta - Ismed Sofyan mengaku mengaku baru kenal sepakbola di kisaran usia 13 sampai 14 tahun. Tapi, sejak kecil sudah suka mengolah si kulit bundar di sawah dan kebun.

Ismed lahir di Aceh pada 28 Agustus 1979 dari ayah bernama H. Sulaiman dan ibu bernama Hj. Masnah. Dia anak keenam dari delapan saudara.

Pria yang bermain selama 17 tahun untuk Persija Jakarta ini tak pernah menyangka menjadi pemain sepakbola. Bahkan, keseriusannya di dunia sepakbola baru dimulai pada kisaran usia 13 sampai 14 tahun.


Ismed memulainya dengan ikut sekolah sepakbola di Langsa, yang jarak lokasinya cuma sekitar dua kilo meter dari markas klub PSBL Langsa-salah satu klub profesional di Aceh.

Kualitas Ismed tercium oleh pelatih PSBL Langsa, Suimin Diharja, pada 1997. Kemudian, Ismed dibawa untuk memperkuat PSBL yang saat itu main di Divisi Dua.

"Saat kecil, aku itu main bola di sawah, di kebun-kebun, jadi tidak profesional. Aku juga kenal sepatu dan sekolah sepakbola itu sangat terlambat. Masuk usia 13 atau 14 tahun," kata Ismed kepada detikSport.

"Saya dua tahun sempat di sekolah sepakbola jarak, dua kilo dari Langsa. Dari situ saya ditawari Coach Suimin Diharja kebetulan beliau melatih di PSBL Langsa sebelum pindah melatih ke Medan," sambungnya.

"Tapi, dengan berjalannya waktu, aku sebetulnya tidak pernah terpikir juga main untuk Persija. Impian aku cuma PSBL Langsa di saat itu," Ismed menegaskan.


Sebelum ke PSBL Langsa, Ismed sempat masuk Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Medan pada 1994. Turnamen pertamanya adalah Hari Olahraga Nasional (Haornas) Banda Aceh saat kelas 1 SMP. Ismed kemudian merasakan trofi pertama di turnamen Liga Remaja Divisi 2.

Seiring berjalan, Ismed memperkuat Persiraja Banda Aceh pada 1999. Berlanjut ke Persijatim pada musim 2000/2001.

Kilau Ismed di Persijatim membawa langkah kakinya ke Persija Jakarta pada 2001. Klub kebanggaan Kota Jakarta dia bela sampai saat ini.

Setelah 17 tahun memperkuat Macan Kemayoran, Ismed akhirnya merasakan gelar juara liga untuk pertama kalinya. Persija dibawanya memenangi Liga 1 2018.

"Sangat bersyukur sekali karena berkarier di sepakbola, terutama di Persija selama 17 tahun, baru kali ini bisa persembahkan juara.


(ran/fem)
FOKUS BERITA Auman Ismed Sofyan
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com