sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 09 Mei 2019 15:41 WIB

Lasmi Indaryani dan Bupati Banjarnegara Beri Kesaksian di Sidang Mafia Bola

Uje Hartono - detikSport
Lasmi Indaryani, mantan anajer Persibara Banjarnegara, dalam sidang kedua mafia bola di PN Banjarnegara. (Uje Hartono/detikSport) Lasmi Indaryani, mantan anajer Persibara Banjarnegara, dalam sidang kedua mafia bola di PN Banjarnegara. (Uje Hartono/detikSport)
Banjarnegara - Sidang kedua kasus mafia bola di Pengadilan Negeri (PN) Banjarnegara mendengarkan keterangan saksi. Yakni, Mantan manajer Persibara, Lasmi Indaryani, dan mantan Ketua Askab PSSI sekaligus Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono.

Lasmi dan Budhi mengikuti sidang di dua majelis berbeda. Lasmi menyampaikan keterangan di hadapan terdakwa Priyanto, Anik Yuni Artika Sari (Tika) dan Dwi Irianto alias Mbah Putih. Sementara itu, saksi Budhi Sarwono menyampaikan keterangan di depan terdakwa Johar Lin Eng, mantan ketua Aspron PSSI Jawa Tengah.

Di hadapan majelis hakim, Lasmi menceritakan awal mula terjun di dunia sepakbola menjadi manajer Persibara. Termasuk proses pertemuan dengan Johar Lin Eng, Tika, Priyanto dan Mbah Putih.


"Awalnya bertemu dengan pak Johar, kemudian kami dikenalkan dengan Priyanto oleh pak Johar. Dan dari Priyanto, kami dikenalkan saudara Tika yang katanya ingin latihan kerja. Karena di Banjarnegara tidak ada lowongan THL (Tenaga Harian Lepas) akhirnya jadi asisten pribadi saya," kata Lasmi di depan Majelis Hakim, Kamis (9/5/2019).

Lasmi juga menyampaikan proses pengiriman uang kepada Priyanto yang dilakukan secara bertahap. Ia mengaku saat itu tidak tahu-menahu perihal sepakbola sehingga dengan mudah menuruti apa kata Tika dan Priyanto.

"Saya saat itu masih lugu soal sepakbola. Jadi urusan teknis sepakbola saya juga tidak paham," ujarnya.

Di majelis lain, Budhi Sarwono juga menyampaikan keterangan terkait pertemuan dengan Johar Lin Eng. Ia menyampaikan saat itu, mantan ketua Asprov PSSI Jateng Johar Lin Eng datang untuk menyampaikan rekomendasi dari pengurus Askab PSSI Banjarnegara.

"Saat itu, sekitar 1 bulan setelah dilantik jadi Bupati Banjarnegara, pak Johar datang kerumah menyampaikan rekomendasi dari pengurus Askab PSSI Jateng. Yang isinya agar saya menjadi ketua Askab PSSI Banjarnegara," terangnya.

Tapi, untuk urusan transer sejumlah uang, Budhi mengaku tidak tahu. Sebab, usai bertemu Johar, urusan lain diserahkan kepada anaknya, Lasmi.

"Perihal transfer sejumlah uang, secara detail tidak tahu. Yang mengurus Lasmi langsung dengan Tika," kata dia.

Sidang pertama dengan keterangan Lasmi dan Budhi selesai hingga pukul 13.15 WIB. Saat ini, sidang kembali digelar dengan menghadirkan saksi I Putu Dodi Mangkikit yang merupakan suami Lasmi dan mantan ketua harian Askap PSSI Banjarnegara saat ini.

(fem/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed