sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 23 Okt 2020 16:35 WIB

Shopee Liga 1 Enggak Mau Ubah Format Kompetisi Saja?

Jauh Hari Wawan S - detikSport
Logo Shopee Liga 1 Shopee Liga 1 Nggak Mau Ubah Format Kompetisi Saja? (Rifkianto Nugroho/detikSport)
Sleman -

Shopee Liga 1 2020 kembali batal dilanjutkan. Beberapa masukan datang, seperti mengubah format kompetisi.

Direktur PT PSS, Marco Gracia Paulo pesimis Shopee Liga 1 bakal bergulir dalam waktu dekat. Ia memprediksi kick off liga baru bisa dilakukan usai penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada Desember mendatang.

Apa yang dikemukakan Marco cukup realistis. Hal ini melihat fakta-fakta yang ada, sampai Desember 2020, hampir pasti sulit untuk diadakan kompetisi Shopee Liga 1 2020.

"Paling realistis itu (liga) pada Januari 2021, itu pun kemungkinan pertengahan bulan dan merupakan turnamen pemanasan untuk kompetisi 2021," kata Marco kepada wartawan, Jumat (23/10/2020).

Direktur PT PSS Marco Gracia PauloDirektur PT PSS Marco Gracia Paulo (PSS Sleman)

Mantan CEO Badak Lampung itu mengusulkan liga digelar setelah Piala Dunia U-20. Sehingga pada Januari hingga Maret 2021 bisa dijadikan ajang turnamen pemanasan untuk liga musim berikutnya.

"Jadi jika kompetisi diadakan setelah Piala Dunia U-20, dalam arti tanpa halangan dan pengunduran jadwal, maka kita bisa mulai Juni atau Juli. Jadi Januari sampai Maret jadi turnamen pemanasan," ujar Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada (PSS), Marco Gracia Paulo di Jakarta, Kamis (22/10/2010) siang.

Menurut Marco, jika Yogyakarta tetap menjadi home base beberapa tim Shopee Liga 1 2020 tentu akan mengalami kendala. Adanya agenda Pilkada di Yogyakarta hampir pasti membuat pertandingan sulit dilaksanakan.

Apalagi setelah Pilkada, di Sleman juga masih ada pemilihan kepala desa (Pilkades) yang diundur. Itu berarti sampai sekitar akhir Desember 2020.

"Puluhan ribu orang hidupnya tergantung dari sini (sepak bola). Puluhan ribu orang juga tergantung pada keputusan kita. Jadi kita tidak bisa mengambil keputusan yang gegabah," ujarnya.

Berkaca pada sejarah, Pilkada dan kompetisi tak bisa berjalan beriringan pada satu waktu. Bagi Marco, hal itu merupakan salah satu kewajiban dan kontribusi kita dari sepakbola ke negara.

"Tapi saya paham, PSSI dan PT LIB juga punya pertimbangan lain secara bisnis, sponsorship dan lain-lain. Tapi kita berharap mereka juga pahami kondisi klub kita, seperti di webinar yang disebut bahwa klub sudah berdarah-darah. Memang sudah hancur-hancuran," pungkasnya soal kelanjutan Shopee Liga 1 2020.

(aff/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com