The Jakmania, Alasan Rohit Chand Betah 8 Musim di Persija

Muhammad Robbani - Sepakbola
Senin, 19 Jul 2021 16:09 WIB
Rohit Chand, persija jakarta
The Jakmania, Alasan Rohit Chand Betah 8 Musim di Persija. Foto: Femi Diah/detikSport
Jakarta -

Sudah 8 musim Rohit Chand memperkuat Persija Jakarta, sejak pertama kali datang pada musim 2013. The Jakmania menjadi faktor utama Rohit betah.

Saat pertama kali datang ke Persija namanya relatif tak diketahui mengingat ia berasal dari Nepal, negara yang tak biasanya mengimpor pemain sepakbola ke Indonesia. Tapi, ia dengan cepat menjadi idola baru Jakmania.

Bersama Persija, Rohit memainkan peran sebagai gelandang bertahan. Ia juga punya atribut pembagi bola yang baik saat tim membangun serangan. Pemain kelahiran 1992 juga kerap menjadi pemecah kebuntuan kala lini depan Persija kesulitan mencetak gol.

Selain Persija, sebenarnya Rohit pernah beberapa kali minggat dengan memperkuat klub lain, seperti T-Team (Malaysia) dan Manang Marshyangdi (Nepal). Tetapi itu terjadi saat Indonesia disanksi FIFA sehingga pemain asing berbondong-bondong mencari klub ke luar negeri.

Selepas kompetisi Indonesia digulirkan lagi, Rohit Chand kembali ke Persija pada 2017. Musim itu, Liga 1 memainkan musim pertamanya setelah sebelumnya bernama Indonesia Super League (ISL).

Persija sendiri beberapa kali pernah mencoba mencari pengganti Rohit Chand. Berbagai pemain Asia alternatif pernah dicoba Persija untuk menggantikan Rohit. Sebut saja Jahongir Abdumuminov (Uzbekistan) hingga Faysal Shayesteh (Afghanistan).

Jahongir Abdumuminov bahkan sudah sempat menandatangani kontrak bersama Persija pada 2019. Tetapi, Persija kemudian membatalkan kontrak tersebut. Sementara Faysal Shayesteh yang berstatus kapten Timnas Afganistan, tak lolos seleksi. Singkatnya, mereka dianggap tak lebih baik dari Rohit.

Ujung-ujungnya, Persija kembali mengontrak Rohit hampir di setiap awal musim. Sejak 2013, Rohit yang selalu mengisi slot pemain asing Asia di Persija.

"Dukungan suporter yang luar biasa menunjukkan bahwa Persija merupakan klub besar. Atmosfernya sangat berbeda sehingga saya terus mengingatnya hingga sekarang," kata Rohit di laman Persija.

Suporter pula yang membuat Rohit bertahan di Persija pada 2013. Di musim pertamanya itu, Persija sedang dililit masalah finansial dan beberapa pemain gajinya ditunggak oleh klub.

"Mereka (Jakmania) selalu mendukung sehingga kami termotivasi. Dan karena itu lah kami terus bermain, meski klub membayar kami atau tidak," ujar Rohit pada 2013 di program Al-Jazeera, State of the Game: Football in Indonesia.

Total 8 musim sudah Rohit memperkuat Persija dan mencatat 122 penampilan di liga. Musim 2018 menjadi momen terbaik buat Rohit selama memperkuat Persija. Selain mempersembahkan gelar juara Liga 1, ia juga terpilih menjadi pemain terbaik.

"Musim itu (2018) memang salah satu yang berkesan. Pertama kali berseragam Persija pada 2013 juga tidak terlupakan sampai sekarang. Kapanpun dan dimanapun, Persija akan terus ada di hati saya," ucap Rohit.

Rohit Chand dalam angka selama memperkuat Persija:

8 musim: 2013, 2014, 2015, 2017, 2018, 2019, 2020, 2021/2022

122 penampilan: Indonesia Super League 2013-Liga 1 2020.

11 Gol: 2 di ISL 2013, 1 gol ISL 2014, 3 gol Liga 1 2017, 3 gol Liga 1 2018, dan 2 gol Liga 1 2019

1 gelar juara: Liga 1 2018

1 gelar pemain terbaik: Liga 1 2018

(krs/cas)