Final Piala Asia Futsal: Ketika Pelatih Iran 'Diserang' Netizen, Kenapa?

Final Piala Asia Futsal: Ketika Pelatih Iran 'Diserang' Netizen, Kenapa?

Yanu Arifin - Sepakbola
Minggu, 08 Feb 2026 10:30 WIB
Final Piala Asia Futsal: Ketika Pelatih Iran Diserang Netizen, Kenapa?
Foto: dok.AFC Futsal Asian Cup 2026
Jakarta -

Jelang final Piala Asia Futsal 2026, netizen Iran tampak menyerang pelatih Vahid Shamsaei di media sosial. Gara-gara apa?

Final Piala Asia Futsal akan mempertemukan Indonesia vs Iran di Indonesia Arena, Sabtu (7/2/2026). Jelang laga itu, banyak netizen Iran menyerang Shamsaei di media sosial.

Banyak netizen yang menyindir momen Shamsaei menangis di konferensi pers sebelum final. Pelatih berusia 50 tahun tersebut sempat mendadak emosional karena mengingat situasi di negaranya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Satu-satunya alasan kami ada di sini adalah untuk memperlihatkan profesionalisme. Saya juga ingin menyampaikan duka yang mendalam untuk warga [Iran] yang kehilangan keluarga mereka di sana," katanya usai menangis terharu.

"Jadi segala perjuangan ini kami persembahkan untuk mereka. Futsal tidak terlalu berharga saat ini. Yang lebih berharga adalah kami semua bersatu, berpegangan tangan melampaui tantangan ini dan menatap masa depan."

ADVERTISEMENT

"Saya ingin mempersembahkannya untuk warga Iran, orang-orang yang saya cintai. Saya sangat cinta mereka. Sekali lagi, duka cita mendalam untuk warga Iran," ia menambahkan.

Momen Shamsaei menangis itu kemudian disindir banyak netizen Iran. Mereka menuding Shamsaei cuma berpura-pura, sebab menjadi bagian dari rezim saat ini.

Beberapa waktu lalu, Shamsaei juga dituding menyindir gerakan rakyat Iran yang melakukan demonstrasi.

"Vahid Shamsaei, yang pernah menjadi salah satu bintang futsal Iran, kini telah menjadi salah satu kroni Ali Khamenei, dan ketika berbicara tentang menerima penghargaan dari Republik Islam, mungkin hanya Alireza Dehkhar dalam gulat yang dapat menyainginya," cuit netizen Iran.

"Tanpa ragu, rakyat Iran tidak membutuhkan belasungkawa dan simpati Anda, mengingat Anda telah menjadi kaki tangan para pembunuh dalam bidang budaya dan olahraga. Namun, setiap Anda menjauhkan diri dari para pembunuh rakyat Iran, hukuman Anda di pengadilan rakyat Iran setelah Republik Islam akan lebih ringan," cuit netizen.

"Tangisan seorang 'Syiah yang berwatak rendah dan setia' sama menjijikkan dan mualnya seperti senyum sinisnya," sembur netizen lainnya.

Di Iran, gelombang protes menentang rezim memang tengah terjadi. Demonstrasi besar-besaran terjadi pada Januari lalu, yang menewaskan ribuan korban.

Rakyat Iran menentang rezim Ayatollah Khamenei, yang sudah berkuasa selama hampir empat dekade. Di bawah pemerintahnya, negara dijalankan dengan hukum Syiah. Belakangan, isu ekonomi jadi pemicu penting Iran memanas.

(yna/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads