I.League Dukung Wacana Sanksi Tegas Pelaku Tendangan Kungfu

I.League Dukung Wacana Sanksi Tegas Pelaku Tendangan Kungfu

Muhammad Robbani - Sepakbola
Selasa, 21 Apr 2026 12:45 WIB
Ferry Paulus, direktur utama I.League, operator kompetisi liga di Indonesia.
Direktur Utama I.League Ferry Paulus (Foto: Mercy Raya/detikcom)
Jakarta -

Operator kompetisi, I.League, kecewa berat dengan insiden tendangan kungfu di Elite Pro Academy (EPA) U-20. Wacana sanksi tegas didukung penuh I.League.

Tindakan tidak sportif terjadi dalam laga EPA U-20 antara Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 dan Dewa United Banten FC U-20. Pemain Bhayangkara U-20 Fadly Alberto melakukan aksi tidak terpuji di Stadion Citarum, Semarang, pada Minggu (19/4/2026).

Aksi Fadly itu dikecam PSSI, yang meminta Komite Disiplin (Komdis) untuk menjatuhkan hukuman berat. Sejalan dengan itu, I.League mendukung penuh hukuman berat karena aksi tidak sportif jauh dari nilai pembinaan yang menjadi tujuan utama penyelenggaraan EPA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sangat disayangkan insiden seperti ini terjadi di kompetisi Elite Pro Academy, yang merupakan tiang penting dan fondasi sepakbola Indonesia ke depan. Dari kompetisi inilah diharapkan lahir cikal bakal pemain Timnas Indonesia di masa mendatang," kata Direktur Utama I.League Ferry Paulus, Selasa (21/4/2026).

"Karena itu, dibutuhkan sikap dan attitude yang baik dari seluruh pelaku. Pemain harus diajarkan untuk selalu mengedepankan asas fair play. Bahkan perangkat pertandingan juga diuji untuk mampu menjalankan prinsip yang sama, karena tujuan utama EPA adalah pembinaan," ujarnya menambahkan.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Ferry menjelaskan bahwa sistem penugasan perangkat pertandingan dalam EPA dirancang untuk mendukung proses pembinaan tersebut. Perangkat bisa datang dari Asosiasi Provinsi maupun dari pihak klub.

Sebagai informasi, kericuhan laga EPA ini diawali oleh keputusan wasit yang mengesahkan salah satu gol Dewa U-20 meski berbau offside. Dewa sebagai tim tamu memenangi laga ini dengan skor 2-1.

Ferry juga mengingatkan seluruh pemain, pelatih, dan ofisial tim untuk menjunjung tinggi nilai fair play serta menjaga emosi selama pertandingan berlangsung. Tindakan yang membahayakan keselamatan pemain tidak dapat ditoleransi.

"Dalam beberapa kasus juga memungkinkan penggunaan perangkat pertandingan yang dimiliki oleh klub. Hal ini merupakan bagian dari proses pembinaan menyeluruh, termasuk bagi perangkat pertandingan," ucap Ferry mengenai penugasan perangkat pertandingan.

"Kami tidak bisa mentoleransi tindakan yang membahayakan keselamatan pemain. Kami mendukung penuh langkah PSSI dan Komite Disiplin untuk memberikan sanksi tegas agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak." tuturnya.

"Kami mengimbau seluruh pelaku sepakbola usia muda untuk tetap menjunjung sportivitas. Apa pun yang terjadi di lapangan, pemain harus mampu mengendalikan emosi karena tindakan seperti ini justru akan merugikan masa depan mereka sendiri," katanya lagi.

(mro/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads