Kasus Ricuh Dewa United & Bhayangkara di EPA U-20 Berakhir Damai

Kasus Ricuh Dewa United & Bhayangkara di EPA U-20 Berakhir Damai

Muhammad Robbani - Sepakbola
Rabu, 22 Apr 2026 20:02 WIB
Jumpa pers usai mediasi antara Bhayangkara FC dan Dewa United menyusul kericuhan dalam pertandingan Elite Pro Academy U-20 akhir pekan lalu.
Jumpa pers usai mediasi antara Bhayangkara FC dan Dewa United menyusul kericuhan dalam pertandingan Elite Pro Academy U-20 akhir pekan lalu. Foto: Dok. Dewa United
Tangerang -

Kasus kericuhan antara Bhayangkara FC dan Dewa United dalam pertandingan Elite Pro Academy (EPA) U-20 berakhir damai setelah kedua pihak melakukan mediasi.

Skuad Bhayangkara FC U-20 bertamu ke markas Dewa United di Pagedangan, Banten, Rabu (22/4/2026) untuk membahas masalah ini. Fadly Alberto dari kubu Bhayangkara serta Raka Nurkholis dari Dewa United yang terlibat dalam kasus ini juga dihadirkan bersama perwakilan petinggi masing-masing klub.

Firman Utina selaku Direktur Akademi Dewa menyatakan menerima permintaan maaf dari Bhayangkara U-20. Tujuannya agar para pemain muda bisa belajar dan tetap melanjutkan kariernya di masa depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alhamdulillah hari ini mediasi sudah selesai, kami sudah bersilaturahmi, sudah memaaf-maafkan. Kembali lagi, anak-anak ini adalah tanggung jawab kami sama-sama," kata Firman Utina di Dewa United Arena.

ADVERTISEMENT

"Anak-anak ini bukan anak-anak kami, tapi anak-anak kami. Jadi anak-anak kami itu adalah anak-anak yang harus kami lindungi sama-sama. Tadi juga Alberto sudah minta maaf kepada Raka," ujarnya menambahkan.

Firman juga menegaskan bahwa pelanggaran kode etik tetap harus ditindak. Kejadian serupa jangan sampai terulang lagi di sepakbola level pembinaan.

"Jika ada sesuatu yang melanggar kode etik dan indisipliner dan membuat cemar nama Dewa United, maka itu ditindaklanjuti secepatnya," ucap Firman.

Bhayangkara datang ke markas Dewa United untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung. Keributan yang terjadi di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4) dinilai sama-sama merugikan kedua klub.

Selain menimbulkan korban luka dari kedua tim, nama tim juga sama-sama tercoreng. Kini putusan Komite Disiplin (Komdis) sedang dinanti kedua klub.

"Ini jadi pelajaran dan evaluasi kepada semua pelatih, semua pembina untuk selalu mengingatkan bahwa kita adalah keluarga besar daripada PSSI. Mungkin kalau di lapangan kita sebagai permusuhan tapi yang sportif, di luar ini adalah sebagai keluarga besar, sebagai saudara," tutur Direktur Akademi Bhayangkara Agus Rumekso Carel.

"Kami atas nama Bhayangkara FC sudah meminta maaf memang kepada Dewa United, kepada adik-adik kita semuanya untuk bisa memaafkan. Karena memang tidak ada sedikit pun niatan dari awal untuk adanya pertandingan ini menjadi hal yang tidak kami inginkan. Tidak ada sama sekali," ucap Agus.

(mro/adp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads