Panpel Persija Ungkap Kronologi El Clasico Gagal Digelar di GBK

Panpel Persija Ungkap Kronologi El Clasico Gagal Digelar di GBK

Muhammad Robbani - Sepakbola
Rabu, 06 Mei 2026 17:30 WIB
Ketua Panpel Persija Jakarta Tauhid Indrasjarief di Jakarta International Stadium, Selasa 3 Maret 2026.
Ketua Panpel Persija Jakarta Tauhid Indrasjarief. Foto: Muhammad Robbani/detikcom
Jakarta -

Persija Jakarta mengungkap kronologi gagalnya laga kontra Persib Bandung digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Duel bertajuk El Clasico Indonesia pada pekan ke-32 Super League Indonesia 2025/2026 itu sedianya dimainkan di SUGBK pada 10 Mei mendatang.

Awalnya, Persija sempat mendapat izin penggunaan stadion dari PSSI. Meski begitu, pertandingan akhirnya batal digelar di Jakarta karena terkendala izin kepolisian.

Ketua Panitia Pelaksana Persija Tauhid Indrasjarief mengatakan keputusan tersebut diambil setelah adanya pembahasan antara kepolisian dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Pak Kapolda (Irjen Pol Asep Edi Suheri) dengan segala macam timnya beberapa hari yang lalu sempat datang ke Balaikota untuk berdiskusi dan berdialog dengan Gubernur (Pramono Anung)," kata Tauhid di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

"Dan dari situ akhirnya keluar keputusan bahwa Persija tidak boleh menyelenggarakan pertandingan di Jakarta," ujarnya menambahkan.

Surabaya Sempat Jadi Opsi

Setelah dipastikan tak bisa bermain di Jakarta, Panpel Persija langsung berkoordinasi dengan I.League untuk mencari stadion alternatif.

Operator kompetisi kemudian merekomendasikan Jepara dan Surabaya sebagai opsi lokasi pertandingan.

Menurut Tauhid, Surabaya sempat dipilih karena dinilai lebih menguntungkan untuk kepentingan tim dan akses transportasi.

"Ketika kami sudah koordinasi di sana ternyata di sana semuanya siap, Panpel bahkan pihak Persebaya dan Bonek juga siap membantu. Ternyata kami boleh menggelar di sana, tetapi tanpa penonton," ucap Tauhid.

"Dan setelah saya komunikasi dengan liga, ternyata memang kalau masih di Pulau Jawa itu semuanya tanpa penonton, tidak akan mendapatkan izin dengan penonton," tuturnya.

Pada akhirnya, laga diputuskan pindah ke Samarinda karena jadwal stadion tidak bentrok dengan pertandingan Borneo FC Samarinda.

Selain itu, pertandingan di Samarinda juga tetap bisa dihadiri penonton sesuai kapasitas stadion dan regulasi yang berlaku. Namun, suporter tim tamu tetap tidak diperbolehkan hadir.

(mro/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads