PSIM Yogyakarta resmi memperpanjang kontrak pelatih kepala Jean Paul Van Gastel untuk menghadapi Super League 2026/2027.
Laskar Mataram menegaskan tak ingin membangun tim secara instan. PSIM bahkan mengaku belajar dari proyek jangka panjang Arsenal FC bersama Mikel Arteta.
PSIM Pertahankan Van Gastel
Manajemen PSIM telah mengumumkan perpanjangan kontrak Van Gastel. Pelatih asal Belanda itu dinilai berhasil membangun identitas permainan menyerang dan penguasaan bola sepanjang musim 2025/2026.
Seperti dilansir situs resmi I.League selaku operator kompetisi, General Manager PSIM Steven Sunny menyebut proses membangun tim kuat memang membutuhkan waktu.
"Coach Van Gastel sudah membuktikan kapasitasnya sepanjang musim ini. Yang terpenting, tim ini konsisten menunjukkan identitas permainan menyerang dan penguasaan bola dari awal hingga akhir musim."
"Membangun skuad yang kuat dan berkelanjutan juga tidak bisa dilakukan secara instan, semua membutuhkan proses yang terus berkembang. Karena itu, coach Van Gastel adalah sosok yang sangat tepat untuk melanjutkan fondasi ini," kata Steven Sunny.
PSIM Belajar dari Arsenal dan Arteta
Steven menegaskan PSIM sedang membangun fondasi klub secara bertahap untuk bisa bersaing stabil di Super League. Menurutnya, kesuksesan tidak selalu bisa diraih secara cepat.
"Harapan kami tentu bisa bersaing dan tampil stabil di Super League karena ini adalah kompetisi yang panjang dan penuh tantangan."
"Mungkin hasilnya tidak akan langsung membawa kami ke papan atas, tetapi kami sedang membangun fondasi klub secara bertahap dan berkelanjutan," dia menambahkan.
PSIM pun menjadikan Arsenal sebagai contoh proyek jangka panjang yang berhasil. "Kami belajar dari banyak klub luar negeri, seperti Arsenal bersama Mikel Arteta, bahwa kesuksesan membutuhkan waktu, proses, dan fondasi yang kuat untuk mencapai tujuan utama," ucapnya lagi.
Van Gastel Betah di Yogyakarta
Van Gastel sendiri mengaku nyaman bekerja di PSIM dan tinggal di Yogyakarta. Atmosfer sepakbola hingga dukungan suporter menjadi alasan utamanya bertahan.
"Saya pikir klub ini memiliki jiwa. Saya juga menyukai kehidupan saya di luar sepak bola."
"Yogyakarta benar-benar kota indah untuk ditinggali. Semua paket lengkap ini membuat saya ingin bertahan setidaknya satu tahun lagi," dia menuturkan.
(krs/krs)










































