Daisuke Sato Ngaku Pernah Diminta Persib Tutup Mulut soal Sengketa Kontrak

Daisuke Sato Ngaku Pernah Diminta Persib Tutup Mulut soal Sengketa Kontrak

Muhammad Robbani - Sepakbola
Minggu, 31 Mei 2026 22:00 WIB
Daisuke Sato akan jadi starter Persib saat melawan RANS Nusantara FC.
Foto: Bima Bagaskara/detikJabar
Jakarta - Pemain asal Filipina, Daisuke Sato, akhirnya angkat bicara terkait sengketa kontrak dengan Persib Bandung yang belakangan kembali menjadi sorotan.

Dalam penuturannya, Sato menyebut bahwa Persib pernah meminta agar putusan sengketa tersebut tidak dipublikasikan ke publik dengan menyebut nama pemain maupun klub.

Kasus ini mencuat setelah Persib diketahui mendapat larangan mendaftarkan pemain baru dari FIFA yang berkaitan dengan sengketa kontrak bersama mantan pemainnya tersebut.

Berawal dari Pemutusan Kontrak

Sato memperkuat Persib selama sekitar satu setengah musim sejak 2022 hingga awal 2024. Tapi kerja sama kedua pihak berakhir lebih cepat saat Liga 1 2023/2024 masih berlangsung.

Saat itu Sato dilepas di tengah musim meski masih terikat kontrak bersama Maung Bandung. Belakangan, persoalan tersebut berkembang menjadi sengketa hukum olahraga yang diproses oleh Sato bersama tim kuasa hukumnya.

"Saya ingin memberikan klarifikasi terkait perbincangan yang belakangan ini muncul mengenai larangan pendaftaran pemain yang dijatuhkan kepada Persib Bandung," tulis Sato di akun media sosial pribadinya, Sabtu (30/5/2026).

"Masalah ini bukan merupakan hasil dari laporan baru ataupun tindakan terbaru dari pihak saya. Perkara ini berkaitan dengan sengketa kontrak antara Persib Bandung dan saya, Daisuke Caumanday Sato, setelah kontrak saya diputus pada tahun 2023."

Banding ke CAS

Sato menegaskan bahwa proses hukum yang ditempuhnya sudah berjalan cukup lama dan dilakukan melalui jalur resmi. Di sisi lain, Persib sempat mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport atau CAS.

Namun upaya tersebut dikabarkan ditolak pada Maret 2026. Setelah itu, menurut Sato, Persib meminta agar hasil putusan tidak dipublikasikan secara terbuka. Sato menyebut pihaknya menolak permintaan tersebut karena menganggap proses sengketa perlu diketahui publik secara transparan.

"Persib meminta agar putusan tersebut tidak dipublikasikan dengan menyebut nama pemain dan klub, dengan alasan adanya kekhawatiran terkait kehormatan dan reputasi. Kami menolak permintaan tersebut karena kami meyakini bahwa perkara ini seharusnya ditangani secara transparan," tulis Sato.

Pernyataan itu menjadi kali pertama Sato mengungkap detail komunikasi terkait sengketa kontrak yang selama ini berjalan di belakang layar.

Saat ini Persib masih harus menyelesaikan perkara tersebut sesuai prosedur yang berlaku agar sanksi FIFA dapat dicabut. Sebelumnya manajemen Persib telah menyatakan komitmennya untuk mematuhi seluruh proses dan regulasi yang berlaku.

Penyelesaian kasus ini menjadi penting karena berpengaruh terhadap aktivitas transfer pemain Persib menjelang musim kompetisi berikutnya. (mro/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads