Perjalanan Persebaya hingga meraih gelar juara Piala Presiden 2026 tidak hanya ditentukan oleh persiapan teknis di lapangan. Di balik performa pemain sepanjang kompetisi, terdapat sistem pemantauan kesehatan, pemulihan, serta pencegahan cedera yang menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapan tim.
Persebaya menutup turnamen dengan kemenangan atas Persib Bandung melalui adu penalti 6-5 setelah bermain imbang 1-1 hingga 120 menit di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada 6 Agustus 2026.
Gelar tersebut menjadi trofi pertama Persebaya di ajang Piala Presiden sekaligus menjadi modal positif menghadapi kompetisi musim 2026/2027.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tengah jadwal pertandingan yang padat, menjaga kondisi pemain menjadi tantangan tersendiri. Selain latihan, aspek pemulihan (recovery), nutrisi, hidrasi, tidur, hingga pemantauan kondisi fisik menjadi bagian dari program yang dijalankan untuk membantu pemain menghadapi tuntutan kompetisi.
Chief Medical Officer Persebaya dr. Pratama Wicaksana Wijaya, Sp.KO menjelaskan, proses pemulihan menjadi bagian dari program latihan yang harus dijalankan oleh setiap pemain.
"Tim pelatih menginstruksikan kepada seluruh pemain bahwa proses pemulihan merupakan bagian dari program latihan. Jadi, setiap pemain memiliki kewajiban sekaligus kesadaran untuk menjalankan program recovery yang telah disusun," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin(31/8/2026).
Dalam penerapannya, program pemulihan tidak hanya dilakukan setelah pertandingan, tetapi menjadi bagian dari sistem yang berjalan secara berkelanjutan.
Persebaya menerapkan pendekatan sports science melalui berbagai metode pemantauan, seperti GPS tracking, wellness questionnaire, Rate of Perceived Exertion (RPE), pemeriksaan kekuatan menggunakan teknologi VALD, hingga laporan dari tim medis.
Data tersebut membantu tim memahami respons pemain terhadap beban latihan dan pertandingan, sehingga kebutuhan pemulihan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing pemain.
Selain itu, pencegahan cedera juga dilakukan melalui Pre-Competition Medical Assessment (PCMA) sebelum kompetisi dimulai.
Pemeriksaan PCMA mencakup berbagai tahapan, mulai dari evaluasi laboratorium, pemeriksaan jantung, komposisi tubuh, ortopedi, pencitraan medis bila diperlukan, functional movement assessment, VOβ Max, hingga aspek psikologi pemain.
Rangkaian pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memetakan kondisi kesehatan serta faktor risiko yang dapat memengaruhi performa atlet.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam pemantauan kesehatan pemain adalah kondisi muskuloskeletal, meliputi otot, sendi, kekuatan, serta pola gerak pemain.
Menurut dr. Reyner Valiant Tumbelaka, M.Ked.Klin., Sp.OT dari Mayapada Hospital Surabaya, aspek tersebut dapat memengaruhi respons pemain terhadap beban latihan maupun pertandingan.
"Pada atlet sepak bola, cedera tidak hanya disebabkan oleh benturan saat pertandingan, tetapi juga dapat berkaitan dengan beban latihan, kondisi otot dan sendi, serta pola gerak yang dilakukan berulang. Dengan melihat kondisi tersebut secara menyeluruh, kita dapat mengetahui apakah ada ketidakseimbangan kekuatan, keterbatasan gerak, atau kondisi tertentu yang dapat meningkatkan risiko cedera," jelasnya.
Pendekatan sports medicine tersebut diperkuat melalui kemitraan Persebaya dengan Mayapada Hospital Surabaya sebagai Official Medical Partner melalui Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC).
Dukungan yang diberikan mencakup evaluasi kesehatan, pencegahan cedera, pemulihan, hingga peningkatan performa pemain.
SITPEC didukung sekitar 20 dokter spesialis dari berbagai bidang, termasuk kedokteran olahraga, ortopedi, rehabilitasi medik, kardiologi, radiologi, penyakit dalam, gizi klinik, dan psikologi.
Kolaborasi berbagai bidang tersebut memungkinkan penanganan atlet dilakukan secara lebih menyeluruh sesuai kebutuhan.
Tidak hanya untuk atlet profesional, pendekatan sports medicine juga dapat diterapkan oleh masyarakat yang aktif berolahraga.
Melalui SITPEC yang terintegrasi dengan Orthopedic Center Mayapada Hospital, masyarakat dapat memperoleh dukungan untuk memahami kondisi fisik, mencegah serta menangani cedera, hingga mendukung proses pemulihan dan peningkatan performa.
Fasilitas seperti gym, pemeriksaan VOβ Max, dan Body Composition Analysis juga dapat membantu proses evaluasi serta penyusunan program latihan yang disesuaikan dengan kondisi individu.
Dengan dukungan sistem kesehatan olahraga yang terukur, menjaga performa atlet tidak hanya berbicara mengenai latihan, tetapi juga bagaimana kondisi tubuh dipahami, dipantau, dan dipersiapkan secara menyeluruh.
Sebagai informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, Emergency 150990, atau aplikasi MyCare.










































