DetikSepakbola
Senin 04 Desember 2017, 12:29 WIB

City Disebut Sebagai MU yang Baru

Okdwitya Karina Sari - detikSport
City Disebut Sebagai MU yang Baru Manchester City mengalahkan West Ham 2-1. (Foto: Clive Brunskill/Getty Images)
Manchester - Manchester City berhasil melalui sebuah pekan yang 'gila' dengan mulus. Sukses itu melahirkan sebuah anggapan bahwa City adalah Manchester United yang baru.

City muncul sebagai kandidat terkuat juara Premier League 2017/18 setelah tidak terkalahkan dalam 15 pertandingan. City memuncaki klasemen sementara dengan nyaman usai mengantongi 43 poin, unggul delapan poin dari rival terdekatnya Manchester United, dan 11 poin dari juara bertahan Chelsea.

Tanda-tanda keperkasaan The Citizens kembali diperlihatkan dalam kemenangan atas West Ham dengan skor 2-1, Minggu (3/12/2017). Sempat tertinggal usai dibobol Angelo Ogbonna di akhir babak pertama, City membalas lewat gol Nicolas Otamendi di menit 57 dan memastikan kemenangannya usai David Silva mencetak gol di 10 menit terakhir.


Yang perlu diperhatikan adalah kemenangan tersebut hanya satu dari beberapa pertandingan di mana City mampu membalikkan keadaan. Situasi serupa dialami City saat menghadapi perlawanan ketat Huddersfield Town sebelum akhirnya menang 2-1 (26/11).

Saat itu gol bunuh diri Otamendi membuat City tertinggal di babak pertama sebelum disamakan gol penalti Sergio Aguero di awal babak kedua. Sampai akhirnya Raheem Sterling mencetak gol kemenangan di menit ke-84.

Di tengah pekan, City meraih kemenangan dramatis kala menghadapi Southampton 2-1. Setelah gol Kevin de Bruyne dibalas Oriol Romeu, pertandingan tampak akan berakhir seri. Namun, di akhir masa injury time Sterling lagi-lagi mencetak gol penentu yang memenangkan City.


Tidak bisa dipungkiri bahwa MU lah yang awalnya dikenal sebagai 'raja comeback'. Namun, mentalitas demikian kini dipunyai tim besutan Josep Guardiola itu. Begitulah penilaian pemain legendaris Setan Merah Phil Neville.

"Saya pikir ini adalah pekan terbaik dia sebagai manajer Manchester City," kata Neville kepada acara BBC Match of the Day. "Mereka telah memperlihatkan karakteristik sebuah tim pemenang tanpa sedikitpun keraguan."

"Untuk mempunyai kesabaran dalam 20 menit terakhir pertandingan -- West Ham tampil fantastis pada hari ini (Minggu) -- tapi apa yang City lakukan membuat Anda lelah. Mereka tahu momen kapan untuk mengoper."

"Mereka punya kepercyaan itu. Mereka punya kemampuan untuk tidak menyerah," sambung Neville.

"Perayaan di Southampton di tengah pekan merupakan sebuah kekhawatiran untuk suporter dan para pemain Manchester United. Soalnya, hal itu dulunya dilakukan Manchester United. Sekarang Manchester City dan ini sebuah kekhawatiran untuk tim-tim lain di liga."


(rin/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed