DetikSepakbola
Kamis 07 Juni 2018, 20:19 WIB

Serang Guardiola Lagi, Yaya Toure: Dia Munafik

Okdwitya Karina Sari - detikSport
Serang Guardiola Lagi, Yaya Toure: Dia Munafik Hubungan Yaya Toure tidak harmonis dengan Josep Guardiola. (Foto: Stu Forster/Getty Images)
Manchester - Serangan Yaya Toure kepada manajer Manchester City Josep Guardiola berlanjut. Gelandang Pantai Gading itu menilai Guardiola adalah orang yang munafik.

Komentar itu dilontarkan Toure terkait perpisahannya dengan City di laga kandang terakhir melawan Brighton (9/5/2018). Toure kini berstatus tanpa klub setelah meninggalkan City, menyusul kontraknya tidak diperpanjang.

Sebelum pertandingan, Guardiola bersikukuh mengatakan City akan ngotot menang demi Toure. "Pertandingan melawan Brighton kami akan memberi dia apa yang pantas dia dapatkan, salah satu perpisahan terbaik yang bisa diterima seorang pemain," ucap mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich ketika itu.


"Kami akan fokus menang melawan Brighton untuk Yaya, dan kami akan mencoba melakukannya untuk dia. Yaya Toure datang ke City ketika klub ini baru mulai dan apa yang kita capai saat ini berkat dia. Kami tidak bisa melupakan periode dari Roberto Mancini, dan terutama Manuel Pellegrini -- Yaya adalah seorang pemain kunci. Itulah mengapa kami bersiap untuk hari Minggu, untuk selebrasi kami, dan setelahnya untuk Yaya."

Setelah bertahun-tahun menjadi pemain yang nyaris tidak tergantikan di lini tengah City, Toure terpinggirkan sejak Guardiola menggantikan Manuel Pellegrini pada 2016. Selama dua musim, Toure cuma membuat 48 penampilan di seluruh kompetisi dengan mencetak tujuh gol saja.


Toure menuding Guardiola rasis, tidak suka dengan pemain-pemain Afrika. Tuduhan itu tidak ditanggapi Guardiola dan mendapat pembelaan dari Kevin de Bruyne.

"Dia (Guardiola) adalah orang munafik ketika memuji saya, tapi saya membiarkan dia mengatakan apa yang dia harus katakan," sembur Toure dalam wawancaranya dengan France Football.

"Saya lebih memilih tidak ada selebrasi dan pergi dengan kepala tegak. Hal terburuknya adalah itu menuju akhir, aku merasa bahagia untuk pergi karena rasa frustrasi saya dan sentimen saya karena ditinggalkan dan diabaikan."

"Kalau saya menitikkan air mata ketika mengucap tinggal kepada fans, itu karena cara banyak hal hancur dan karena aku tidak tahan lagi melihat orang itu lagi."



(rin/nds)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed