DetikSepakbola
Jumat 10 Agustus 2018, 16:55 WIB

Membandingkan Kiprah Indonesia dan Pesaing di Grup A Sepakbola Asian Games

Amalia Dwi Septi - detikSport
Membandingkan Kiprah Indonesia dan Pesaing di Grup A Sepakbola Asian Games Bagaimana kiprah Indonesia di Asian Games? (Nyoman Budhiana/Antara Foto)
Jakarta - Sepakbola menjadi salah satu cabang olahraga paling bergengsi di Asian Games 2018. Bagaimana kiprah Indonesia dibandingkan kontestan lain di Grup A?

Indonesia tergabung di Grup A cabang sepakbola Asian Games 2018. Skuat besutan Luis Milla berbagi tempat dengan Hong Kong, Laos, Taiwan, dan Palestina, yang masuk di detik-detik terakhir.

Jika melihat rangking FIFA, cuma Laos yang rankingnya berada di bawah Indonesia. Indonesia kini ada di posisi 164 dengan 111 poin dipunya, sementara Laos ada di posisi 178 dengan poin berjumlah 82.

Sementara Taiwan berada di peringkat 123 dengan 247 poin. Mereka hanya berada satu setrip di bawah Thailand.



Hong Kong, saat ini menempati urutan ke 142 dengan poin 195. Sedangkan Palestina jadi penghuni Grup A dengan ranking paling tinggi. Mereka berada di peringkat 99 dengan 357 poin.

Namun hal itu tidak bisa dijadikan patokan untuk melihat kekuatan dan pencapaian tim-tim di Asian Games. Detiksport mencoba merangkum catatan-catatan ke lima tim di Grup A:

1. Indonesia

Timnas Indonesia tercatat tampil dalam sembilan edisi Asian Games. Partisipasi itu terjadi di tahun 1951, 1954, 1958, 1962, 1966, 1970, 1986, 2006, dan 2014.

Dari keikutsertaan itu, Timnas Indonesia berhasil lolos ke perempatfinal sebanyak tiga kali, yaitu pada edisi Asian Games 1951, 1966, dan 1970.

Timnas Indonesia juga lolos ke fase 16 besar saat Asian Games 2014.

Prestasi terbaik diukir saat Asian Games 1954, 1958, dan 1986. Pada Asian Games 1954 di Manila, Timnas gagal merebut peringkat ketiga setelah Indonesia kalah 4-5 dari Myanmar.

Timnas Indonesia akhirnya mampu meraih medali perunggu empat tahun kemudian pada Asian Games 1958 di Tokyo dengan mengalahkan India 4-1.

Lalu ada Asian Games edisi 1986 di Seoul, Korea Selatan, Timnas Indonesia finis di peringkat keempat. Pada perebutan medali perunggu, ketika itu Robby Darwis dkk. kalah 0-5 dari Kuwait.

Catatan tersebut bisa memupuk rasa optimistme bahwa Indonesia bisa lolos dari fase grup. Apalagi, pelatih Luis Milla telah mempersiapkan timnya sejak lama.

2. Hong Kong

Hong Kong kali pertama turun di cabor sepak bola putra Asian Games pada edisi 1954. Total, Hong Kong tampil dalam sembilan edisi Asian Games (1954, 1958, 1990, 1994, 1998, 2002, 2006, 2010, 2014).

Dari keikutsertaan itu, prestasi terbaik Hong Kong adalah saat tampil di Asian Games 1958 di Tokyo. Ketika itu mereka finis sebagai perempatfinalis. Sisanya, Hong Kong lima kali finis di putaran pertama (1954, 1990, 1994, 1998, 2002, 2006) serta dua kali finis di putaran kedua (2010 dan 2014).

3. Taiwan

Taiwan, pernah menyabet medali emas secara beruntun pada Asian Games edisi 1954 dan 1958. Namun, setelah itu mereka absen di Asian Games selanjutnya 1962, dan hanya tampil di fase putaran awal pada edisi 1966.

Mereka kembali absen di cabor sepakbola putra Asian Games karena tak memiliki tim yang layak, hingga edisi 2018 ini kembali ikut serta.



4. Laos

Pencapaian Laos di Asian Games tak istimewa mereka baru dua kali berkiprah di cabor sepakbola Asian Games pada 1998 dan 2014.

Pada Asian Games tahun 1998 di Thailand, Laos hanya mampu finis di urutan ke 21 dari 23 perserta.
Mereka menelan dua kekalahan di dua pertandingan putaran awal.

Prestasi sama terulang pada Asian Games 2014. Saat itu Laos finis di peringkat ke-27 dari 29 peserta setelah tersingkir di putaran pertama setelah selalu kalah dalam tiga laga yang dijalani di penyisihan grup.


5. Palestina

Palestina memutuskan tampil di Asian Games 2018 di detik-detik terakhir. Meski dilanda konflik perang dengan Israel, mereka tetap semangat mengirimkan atlet-atletnya.



Palestina bisa menjadi lawan terberat Indonesia di fase grup A Asian Games 2018. Mereka memiliki modal kepercayaan diri tinggi setelah tampil di Piala Asia U-23 2018.

Di turnamen tersebut mereka melaju sampai ke perempatfinal sebelum ditaklukkan Qatar. Selain itu, beberapa pemain timnas U-23 Palestina juga berlaga di liga Eropa seperti gelandang Mohamed Darwis yang bermain di klub Jerman Arminia Hannover dan Michel Termanini yang berlaga untuk klub Swedia, AFC Eskilstuna.

Di level Asian Games, timnas U-23 Palestina termasuk tim berpengalaman dengan selalu tampil sejak edisi 2002, Asian Games pertama dengan aturan U-23 untuk sepakbola putra. Di tahun 2014 mereka melangkah ke perdelapanfinal.




Tonton juga 'Asa Sepakbola Indonesia di Asian Games 2018':

[Gambas:Video 20detik]


(ads/din)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed