sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 23 Des 2014 13:55 WIB

Menanti 'Nyala' Liverpool Selepas Boxing Day

- detikSport
AFP/PAUL ELLIS AFP/PAUL ELLIS
Liverpool -

Paruh pertama musim ini berat untuk Liverpool. Tapi perlahan 'Si Merah' kembali ke jalur yang benar selama beberapa pekan terakhir. Momentum datang untuk mereka di Boxing Day.

Sudah 17 pekan berjalan di Premier League. Liverpool yang melaju tersendat, tertahan di urutan 10 klasemen. Jelas bukan posisi yang diinginkan anak-anak Merseyside setelah musim lalu tampil impresif dan finis sebagai runner up.

Secara penampilan, hampir sepanjang paruh pertama ini Liverpool tampil tak meyakinkan. Tengoklah statistiknya, hanya mencetak 21 gol dan sudah kebobolan 24 kali. Sejalan dengan itu, sejauh ini mereka juga minus dalam catatan kemenangan: baru enam kali memetik angka penuh dan sudah tujuh kali kalah.

Tak tajam di depan dan keropos di belakang. Lemahnya penyelesaian akhir tim besutan Brendan Rodgers tak terlepas dari cedera panjang yang menimpa Daniel Sturridge. Padahal Sturridge diproyeksikan sebagai andalan sejak kepergian Luis Suarez ke Barcelona musim panas lalu. Sementara penyerang-penyerang lain seperti Mario Balotelli, Rickie Lambert, dan Fabio Borini tak kunjung memberikan ketajaman.

Di sektor belakang, penyakit yang menangkit musim lalu masih belum pergi. Sejauh ini The Anfield Gank tercatat masih kerap melakukan kesalahan di lini pertahanan. Squawka mencatat total 20 eror dilakukan Liverpool, di mana enam di antaranya langsung berujung pada gol.

Walau begitu, dalam beberapa pekan terakhir Liverpool menunjukkan sejumlah peningkatan. Setelah di 18 laga pertama cuma memetik tujuh kemenangan dan kalah di sembilan laga lainnya, catatan membaik di mana dalam delapan partai terakhir mereka cuma kalah satu kali.

Salah satu penampilan mereka yang dianggap paling mengesankan adalah saat menahan imbang Arsenal 2-2 di Anfield akhir pekan kemarin. Saat itu Liverpool benar-benar tampil dominan, bahkan mampu menjaga intensitas dan menyamakan kedudukan di masa injury time setelah harus bermain dengan 10 orang usai kartu merah Fabio Borini.

Anak asuh Rodgers dominan dalam penguasaan bola 64%-46% dengan akurasi umpan yang juga lebih baik: 84%-71%. Mereka mampu melepaskan total 27 tembakan (!) dengan 10 tepat sasaran, sedangkan The Gunners hanya punya tiga percobaan di mana cuma tiga yang on target.

Penampilan di laga ini jadi sebuah harapan baru untuk Liverpool. Skema 3-4-3 yang kembali dicoba-coba Rodgers tampaknya memberikan sedikit asa untuk Liverpool memburu tiket Liga Champions musim depan meski berat.

Momentum bisa diraih di laga Boxing Day, kala mereka bertandang ke markas tim papan bawah, Burnley. Kemenangan bakal jadi sebuah kado Natal, sekaligus jadi suntikan moral menatap Swansea City di laga terakhir tahun ini dan paruh kedua musim nanti.

"Kami punya periode Natal yang sibuk dan saya rasa jika kami bisa menampilkan performa yang telah kami tunjukkan selama sepekan terakhir, kami tidak akan jauh-jauh dari memetik banyak kemenangan," ujar Adam Lallana di situs resmi klub.

Bicara soal Natal dan harapan bangkit, sepenggal lirik dari lagu 'Boxing Day' milik Blink 182 barangkali cukup mewakili situasi Liverpool saat ini.

'We could reignite, like fireflies'
'Like an atom bomb at all hours'

(Kita bisa menyala kembali, seperti kunang-kunang. Seperti sebuah bom atom sepanjang waktu)

Lagu tersebut pada dasarnya menceritakan kepedihan ditinggalkan kekasih di Boxing Day atau sehari setelah Natal. Boleh juga untuk menggambarkan gagalnya harapan Liverpool kembali bersaing di perebutan gelar Premier League.

'It’s sad how far you ran.....'

Barangkali itulah penggalan yang tepat mewakili Liverpool terhadap Chelsea dan Manchester City, dua rivalnya di perebutan titel musim lalu, yang kini bertengger di posisi teratas klasemen.

Jadi Liverpool, menyala atau makin terbenam?

(raw/roz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com