DetikSepakbola
Selasa 17 April 2018, 17:30 WIB

Meski Kalah Tajir, Spurs Pede Bersaing dengan City Musim Depan

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Meski Kalah Tajir, Spurs Pede Bersaing dengan City Musim Depan Tottenham Hotspur pede bersaing dengan Man City musim depan (David Klein/Reuters)
London - Tottenham Hotspur memang kalah secara finansial ketimbang Manchester City. Tapi, itu tak mengurangi keyakinan Spurs bersaing jadi juara musim depan.

City dipastikan jadi juara Premier League musim ini dengan musim menyisakan lima pertandingan lagi. Torehan poin mereka tak lagi mampu dikejar Manchester United sebagai pesaing terdekatnya.


Superioritas City pun jadi pertanda bahwa mereka memang sulit ditandingi tim manapun dan ditakutkan bakal berlanjut musim depan. Spurs sebagai tim yang selalu bersaing dengan calon juara dalam dua musim terakhir merasakannya.

Setelah jadi pesaing Leicester City (2016) dan Chelsea (2017), Spurs musim ini malah lebih sibuk mempertahankan eksistensi di empat besar bareng MU dan Liverpool.

Spurs pun menyadari bahwa perbedaan sisi finansial dengan City yang begitu besar jadi alasan mengapa mereka tak bisa konsisten bersaing di jalur juara. City punya skuat yang berisikan para pemain top sehingga manajer Pep Guardiola bisa merotasi tim sesukanya tanpa harus kehilangan kualitas.

Meski demikian, handicap sisi finansial itu tak mengurangi optimistime Spurs untuk bersaing lagi dengan City memperebutkan juara musim depan.

"Bukan hal mustahil untuk mengalahkan mereka - kami harus memulai musim dengan lebih baik - tapi tentu saja itu sulit," ujar Pochettino seperti dikutip Soccerway.


"Uang memang membantu dalam sepakbola tapi bukan itu yang terpenting. Itu sangat membantu. Seperti halnya kebahagiaan. Anda belum tentu bahagia sebagai seorang miliuner, tapi tentu saja itu sangat membantu. Sama saja di sepakbola," sambungnya.

"Anda bisa bekerja semaksimal mungkin, sebagai pelatih Anda bisa menuangkan ide sesuka Anda. Tapi Anda butuh aktor utama untuk menjalankan ide ini dan tentu saja jika Anda punya pemain yang lebih baik, kualitasnya pun akan lebih baik."

"Jika Anda ingin rumah yang lebih besar, Anda harus membayar sesuai pasar. Jika Anda ingin memakai lima kamar, Anda harus membayar untuk lima kamar. Uangnya lebih sedikit jika cuma butuh dua atau satu kamar, tapi kualitasnya tentu berbeda. Sama saja di sepakbola."

"Realitanya, Anda harus menempatkan Tottenham di lebel yang sama dengan empat atau enam tim top karena kami selalu bersaing dalam beberapa tahun terakhir di sana. Padahal kami masih di luar itu beberapa tahun lalu."

"Kami berambisi untuk memangkas jarak itu di hari pertama penandatanganan kontrak. Kini kami sudah ada di sana, tapi yang terpenting adalah kami punya cara dan amunisi yang jauh berbeda dibanding Manchester City atau Manchester United," tutupnya.





(mrp/yna)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed