sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 10 Okt 2019 13:24 WIB

Makin Banyak yang Menjagokan MU Degradasi

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Manchester United makin dijagokan untuk degradasi di akhir musim (AP Photo/Dave Thompson) Manchester United makin dijagokan untuk degradasi di akhir musim (AP Photo/Dave Thompson)
Manchester - Rumah judi mulai ambil ancang-ancang terkait performa buruk Manchester United saat ini. Sebab makin banyak yang menjagokan Setan Merah turun divisi. Waduh!

MU dalam titik terburuknya musim ini. Kekalahan dari Newcastle United pekan kemarin membuat mereka terjerembab di posisi ke-12 klasemen Premier League dan cuma berjarak dua poin dari zona degradasi.

Hanya punya sembilan poin dari delapan laga, MU mencatatkan start terburuknya di liga dalam tiga dekade terakhir! Wajar jika MU kini jadi klub paling disorot di Eropa karena prestasinya begitu merosot.

Apalagi sejak Ole Gunnar Solskjaer dipermanenkan, tidak ada perbaikan berarti dari klub itu. Kalau kondisi itu bertahan, bukan tak mungkin MU akan makin menurun dan masuk ke zona merah.






Tentu saja fans MU tak menginginkan hal ini, namun beda halnya dengan para petaruh. Dikutip dari Oddschecker, koefisien MU degradasi yang awalnya ada di angka 1.500/1 terpangkas jadi 66/1!

Untuk informasi saja, koefisien rumah judi semakin kecil berarti semakin banyak petaruh yang yakin menang. Itu artinya penikmat judi sepakbola semakin percaya MU bisa saja degradasi jika performanya tidak kunjung membaik.

Bahkan Labdrokes berani memberikan angka 40/1, paling kecil di antara beberapa rumah judi top lainnya seperti bet365, Skybet, WilliamHill, dan Sportingbet.

Penurunan koefisien MU sebesar 74 persen itu paling tinggi di antara tim-tim papan bawah lainnya seperti Everton (6%), Watford (2%), Norwich City (2%), dan Aston Villa (2%).








Untuk kandidat terkuat degradasi masih Norwich (10/11) disusul Watford (11/10), Newcastle (6/4), dan Sheffield United (2/1). MU kali terakhir degradasi pada musim 1973/1974 saat dimanajeri Tommy Docherty, namun langsung promosi setahun kemudian.

"Ole dalam kendali tapi dia mengendalikan MU menuju ke jurang," ujar juru bicara Oddschecker, Callum Wilson, di situs resmi.

"Ini menunjukkan bagaimana MU yang dulunya hebat kini jatuh dan orang-orang tidak heran melihat kebijakan klub - terkait juga skuat asuhan Solskjaer memang tidak mumpuni."

"Memang konyol sih jika bicara soal degradasi saat ini, tapi melihat United saat ini, tampaknya finis di papan bawah mungkin saja," demikian dia.




Simak Video "MU Incar 'Baby Mourinho' Gantikan Solskjaer?"
[Gambas:Video 20detik]
(mrp/yna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com