Ide Aturan Baru Liga Inggris Agar Tak Ada Lagi Corner FC

Ide Aturan Baru Liga Inggris Agar Tak Ada Lagi Corner FC

Putra Rusdi K - Sepakbola
Selasa, 03 Mar 2026 16:40 WIB
LONDON, ENGLAND - MARCH 01: Jurrien Timber of Arsenal scores their 2nd goal during the Premier League match between Arsenal and Chelsea at Emirates Stadium on March 01, 2026 in London, England. (Photo by Marc Atkins/Getty Images)
Foto: Getty Images/Marc Atkins
London -

Sejumlah pihak mulai resah dengan skema sepak pojok Arsenal yang menumpuk pemain di kotak kecil. Ide untuk aturan baru Liga Inggris hadir agar tak ada lagi Corner FC.

Skema sepak pojok The Gunners yang menumpuk banyak pemain di kotak kecil kiper begitu sulit diantisipasi lawan. Skema ini bikin ruang gerak penjaga gawang lawan terbatas hingga kesulitan menghalau bola sepak pojok Arsenal.

Dengan taktik ini, Arsenal telah bikin 16 gol dari sepak pojok di Liga Inggris musim ini. Mereka jadi tim Liga Inggris dengan jumlah gol terbanyak dari sepak pojok pada musim 2025/2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Skema sepak pojok Arsenal ini tapi mengundang kontroversi. Hal ini karena mereka dianggap mengakali aturan agar tak terkena pelanggaran saat mengganggu pergerakan kiper.

ADVERTISEMENT

Mantan asisten wasit Liga Inggris, Darren Cann, menilai pergumulan pemain di depan gawang saat sepak pojok kerap terjadi sebelum bola ditendang. Wasit tak bisa memberikan pelanggaran karena bola belum dimainkan. Selain itu, Liga Inggris juga banyak tak memberikan pelanggaran untuk tindakan menahan lawan.

"Perebutan bola sering dimulai sebelum tendangan sudut dilakukan. Tidak mungkin memberikan pelanggaran ketika bola tidak sedang dimainkan," ujar Cann dikutip dari BBC.

Sejumlah tim di Liga Inggris kemudian meniru taktik sepak pojok Arsenal. Hal ini semakin menimbulkan keresahan Liga Inggris nantinya tak lagi menarik jika banyak tim yang bikin gol dengan skema sepak pojok Arsenal.

Cann menyebut Liga Inggris harus membuat aturan baru agar taktik menumpuk banyak pemain di kotak kecil saat sepak pojok tak lagi terjadi. Ia sempat berdiskusi dengan legenda Timnas Inggris, Allan Shearer terkait solusi untuk hal ini.

Shearer punya ide agar wasit berhak memberikan pelanggaran saat bola sepak pojok belum ditendang ketika ada saling dorong di kotak penalti.

"Ide Alan, yang menurut saya memiliki beberapa kelebihan, adalah mengubah Peraturan sehingga begitu wasit meniup peluitnya untuk memulai kembali permainan, wasit kemudian dapat memberikan pelanggaran pada tindakan selanjutnya," ujar Cann dikutip dari BBC.

"Anda tidak perlu menunggu bola berada dalam permainan untuk memberikan pelanggaran," jelasnya.

Cann juga punya gagasan sendiri soal aturan baru yang harus dibuat Liga Inggris saat sepak pojok. Ia memberi saran agar pemain lawan tak boleh di kotak kecil kiper sebelum bola tendangan sudut ditendang.

"Penyerang harus memulai dari luar area gawang (kotak enam yard) sebelum tendangan sudut diambil. Ini akan menyelesaikan masalah area gawang yang ramai dan penjaga gawang yang dikelilingi, dihalangi, dan dihambat," jelasnya.




(pur/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads