Eks Chelsea Ruud Gullit kesal menyaksikan Derby London akhir pekan lalu. Menurutnya kedua kesebelasan hanya mencari korner saja untuk mencetak gol.
Derby London antara Arsenal vs Chelsea tersaji di Liga Inggris pada Minggu (1/3/2026). Pertandingan yang berlangsung di Emirates Stadium itu dimenangkan Meriam London 2-1.
Menariknya, seluruh gol yang tercipta berawal dari sepak pojok. Arsenal mencetak 2 gol lewat William Saliba dan Jurrien Timber, sementara Chelsea membalas via own goal Piero Hincapie.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arsenal pun mengukuhkan diri sebagai tim paling berbahaya dalam tendangan sudut. Pasukan Mikel Arteta sudah mencetak 16 gol dari korner di Liga Inggris 2025/2026, paling banyak di antara yang lainnya.
Duel Arsenal vs Chelsea total menghasilkan 15 kali tendangan sudut, 10 di antaranya didapat Chelsea. Banyaknya korner yang terjadi rupanya disorot tajam legenda Timnas Belanda Ruud Gullit.
Alih-alih memuji, Gullit justru mengecam permainan yang dilakukan kedua tim. Dia justru tak menikmati pertandingan lantaran kedua tim hanya berusaha mencari korner demi memperbesar peluang mencetak gol.
"Saya menonton pertandingan Arsenal-Chelsea. Pertandingan yang mengerikan. Benar-benar sampah, sangat mengerikan untuk ditonton," kata Gullit, dilansir dari media Belanda Voetbal Primeur.
π£οΈ Ruud Gullit does NOT HOLD BACK on the current state of football:
β Football Tweet β½ξ¨ (@Footballtweet) March 3, 2026
"I have decided to STOP watching football. I don't enjoy our sport anymore. I watched Arsenal vs Chelsea, what an absolute GARBAGE match of football!"
"I see players trying to create corner kicks, trying to⦠pic.twitter.com/hnLkm5HUXj
"Saya harap ini bukan tren, karena semua orang sebenarnya bugar akhir-akhir ini. Semua orang bisa berlari, tetapi kita sangat membutuhkan pemain yang bisa menaklukkan lawan," dia menambahkan.
"Sekarang sepertinya semua orang duduk di depan komputer, membandingkan semuanya satu sama lain. Saya merindukan keseruannya. Itu agak disayangkan. Saya sering menonton pertandingan karena pekerjaan, tetapi saya merasa kurang menikmatinya," pungkasnya.
(bay/aff)











































