Man City Dibantai, Guardiola Kesal Masih Saja Dirujak soal Starting XI

Man City Dibantai, Guardiola Kesal Masih Saja Dirujak soal Starting XI

Yanu Arifin - Sepakbola
Sabtu, 14 Mar 2026 12:30 WIB
Manchester City manager Pep Guardiola during the Premier League match at the Etihad Stadium, Manchester. Picture date: Wednesday March 4 2026. (Photo by Martin Rickett/PA Images via Getty Images)
Foto: PA Images via Getty Images/Martin Rickett - PA Images
Manchester -

Manchester City dihajar Real Madrid di Liga Champions. Manajer Pep Guardiola kesal karena masih dirujak soal pemilihan pemainnya.

Madrid menggilas City 3-0 di Santiago Bernabeu, pada leg pertama 16 besar Liga Champions. Guardiola disorot karena pemilihan pemainnya. Salah satunya soal memainkan Nico O'Reilly jadi bek kiri, dan menurunkan Savinho, yang ditarik di awal babak kedua.

O'Reilly dianggap blunder soal gol pertama Valverde. Sementara keputusan menarik Savinho dianggap jadi pembenaran bahwa Guardiola keliru memasang sang winger sebagai gelandang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keputusan Guardiola itu kini kembali disorot. Manajer asal Spanyol itu berang sebab masih berulang kali dipertanyakan taktiknya di Manchester City.

"Saya sudah bilang kepada kalian setelah konferensi pers di Madrid, ada alasan logis di balik [pemilihan tim] itu. Momentum para pemain dan banyak hal lainnya," kata Pep Guardiola dalam konferensi pers jelang melawan West Ham United, mengutip Sky Sports.

ADVERTISEMENT

"Dengar, saya pernah bermain di final Liga Champions tanpa Fernandinho sebagai gelandang bertahan saat melawan Chelsea. Menurut kalian, apakah itu normal? Tidak, sejujurnya. Saat itu saya memainkan (Ilkay) Gundogan."

"Saya dihujat habis-habisan. Mereka benar, tapi saat itu, saya tahu bagaimana dia bermain dan bagaimana Fernandinho bermain. Saya bisa menjelaskannya kepada kalian, tapi apakah itu akan meyakinkan kalian untuk berikutnya? Jika menang, kalian bilang saya jenius. Berapa kali saya bilang 'Pep jenius dalam pemilihan tim?' Saya tidak pernah membuang-buang waktu melakukannya."

"Para pemain saya luar biasa, dan mereka luar biasa dalam banyak hal. Kalian bisa mengatakan apa saja yang kalian mau. Saya akan meyakinkan kalian, saat pemilihan pemain sudah dilakukan. Saya ingin merotasi tim; kami ingin tampil bagus. Setelah 10 tahun, saya tidak akan meyakinkan satupun dari kalian. Mengapa? Karena kami kalah. Cuma itu. Saya harus melakukan tugas saya sebaik mungkin, mengetahui bahwa jika kami menang, itu bagus. Jadi, jika kami kalah, ya itu buruk," ungkapnya.




(yna/raw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads