Wolves Degradasi Akibat Pemiliknya Lebih Fokus ke Tim Esport

Wolves Degradasi Akibat Pemiliknya Lebih Fokus ke Tim Esport

Putra Rusdi K - Sepakbola
Selasa, 21 Apr 2026 12:15 WIB
WOLVERHAMPTON, ENGLAND - OCTOBER 26:   Jorgen Strand Larsen, the Wolverhampton Wanderers captain, looks dejected after their defeat during the Premier League match between Wolverhampton Wanderers and Burnley at Molineux on October 26, 2025 in Wolverh
Foto: David Rogers/Getty Images
Wolverhampton -

Wolverhampton Wanderers terpuruk karena sang pemilik Fosun Group lebih fokus ke esport. Wolves seolah kurang diurusi hingga terdegradasi dari Premier League.

Wolverhampton Wanderers dipastikan terdegradasi usai pesaingannya di zona degradasi West Ham United bermain imbang 0-0 dengan Crystal Palace.

Wolves saat ini di dasar klasemen dengan raihan 17 poin. Poin Si Serigala takkan bisa menyalip West Ham yang saat ini berada di batas aman zona degradasi di posisi ke-17 dengan 33 angka. Mengingat Premier League musim ini hanya menyisakan lima laga lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wolves terdegradasi setelah delapan musim berturut-turut bertahan di Premier League. Prestasi Wolves memang merosot tajam dalam beberapa musim terakhir hingga akhirnya turun kasta.

ADVERTISEMENT

Suporter Wolves menilai merosotnya performa tim kesayangan mereka akibat sang pemilik Fosun Group lebih fokus ke tim esport Wolves. Suporter Wolves beberapa kali berdemo terkait hal ini.

Fosun dinilai sudah tak memperdulikan tim sepakbola. Suporter Wolves bahkan merasa dijadikan sapi perah karena harga tiket kandang naik. Padahal, Molineux Stadium minim perbaikan.

Mantan Presiden Komisari Wolves yang juga pemilik Fosun Group, Jeff Shi, lebih fokus ke tim Esport. Dikutip dari sumber Athletic, Shi menganggap Esport lebih menguntungkan secara bisnis untuk Fosun ketimbang di sepakbola.

Kritik keras dari suporter bikin Jeff Shi menanggalkan jabatannya sebagai Presiden Komisaris Wolves pada Desember lalu digantikan oleh Nathan Shi. Fosun juga sempat mengungkap bahwa Wolves Esport berbeda pengelolaan dengan tim sepakbola Wolves. Namun, fans menilai hal ini hanya akal-akalan Fosun.

Fosun resmi mendirikan Wolves Esport pada 2019. Wolves Esport fokus pada kompetisi video game terutama di China asal dari Fosun. Wolves Esport punya banyak divisi gim diantaranya Honor of Kings, Call of Duty, PUBG, dan Valorant.

Saat tim sepakbola Wolves terpuruk, reputasi Wolves Esport memang terus merangkak naik. Sejumlah divisi Wolves Esport pernah merasakan juara di kompetisi bergengsi.

Contohnya tim Honor of Kings Wolves yang mencapai Grand Final King Pro League 2025. Laga final dipadati oleh 62.000 penonton di Bird Nest Stadium, Beijing. Catatan itu menorehkan rekor dunia Guinness baru untuk jumlah penonton esport terbesar.




(pur/yna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads