Legenda MU Bela Putusan Wasit di Drama VAR West Ham Vs Arsenal

Legenda MU Bela Putusan Wasit di Drama VAR West Ham Vs Arsenal

Randy Prasatya - Sepakbola
Selasa, 12 Mei 2026 16:00 WIB
LONDON, ENGLAND - MAY 10: Pablo of West Ham United fouls David Raya of Arsenal resulting in a late equalising goal for West Ham being disallowed by VARduring the Premier League match between West Ham United and Arsenal at London Stadium on May 10, 20
Momen Pablo menahan tangan David Raya. (Foto: Getty Images/Marc Atkins)
Jakarta -

Paul Scholes, yang sering mengkritik Arsenal, kini memberikan pembelaan terkait insiden VAR di laga melawan West Ham United. Dia menegaskan bahwa keputusan wasit sudah tepat.

West Ham vs Arsenal berlangsung di London Stadium, Minggu (10/5/2026) malam WIB. Pertandingan tuntas 1-0 untuk Meriam London lewat gol Leandro Trossard di menit ke-83.

Arsenal hampir gagal menang di injury time saat Callum Wilson mencetak gol. Wasit kemudian menganulirnya lewat tinjauan VAR karena Pablo melanggar David Raya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari tayangan ulang, terlihat bahwa Raya ditarik oleh Jean-Clair Todibo dalam situasi sepak pojok. Pablo kemudian menahan tangan Raya yang berupaya menangkap bola.

ADVERTISEMENT

Keputusan wasit Chris Kavanagh ini menuai reaksi di media sosial. Tak sedikit yang kecewa karena gol West Ham dianulir, hal itu disebabkan Arsenal juga sering melakukan kontak fisik dengan kiper di masa lalu dalam situasi sepak pojok.

Scholes kali ini berdiri untuk Arsenal setelah sepanjang musim ini banyak mengkritik pasukan Mikel Arteta. Legenda Manchester United itu menegaskan bahwa wasit tepat dan apa yang dilakukan Arsenal selama ini adalah legal.

"Orang-orang mengeluh karena Arsenal telah melakukannya sepanjang tahun, tetapi sebenarnya tidak begitu. Mereka melakukannya secara legal," kata Scholes di acara The Good, The Bad & The Football.

"Itu jelas pelanggaran. Ada dua pelanggaran. Lawan menaruh tangannya di atas tubuhnya (Raya), dia tidak bisa bergerak, dan yang lainnya adalah saat lawan menariknya," sambungnya.

"Ada satu orang di belakang yang menarik lengannya. Jika saya meletakkan tangan saya di sana, Anda bisa menahannya. Dan lawannya sangat besar. Jadi itu kuat, Anda tahu Anda tidak bisa bergerak, kan?" Scholes menegaskan.

Mantan pemain MU lainnya, Nicky Butt, mendesak kalau VAR dihapus saja. Dia merasa kontroversi ini ada karena tentang kebiasaan Arsenal di masa lalu.

"VAR aib dan saya harap mereka menghapusnya. Hampir semua orang tahu itu pelanggaran. Tapi saya rasa orang-orang tidak memperdebatkan fakta bahwa itu adalah pelanggaran. Cukup jelas itu pelanggaran, tetapi ini semua tentang apa yang terjadi sebelumnya," Butt mengungkapkan.




(ran/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads