Untung Arsenal Gak Buru-buru Pecat Arteta

Untung Arsenal Gak Buru-buru Pecat Arteta

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Kamis, 21 Mei 2026 20:40 WIB
LONDON, ENGLAND - MAY 10: Mikel Arteta, head coach of Arsenal,  during the Premier League match between West Ham United and Arsenal at London Stadium on May 10, 2026 in London, England. (Photo by James Gill - Danehouse/Getty Images)
Foto: Getty Images/James Gill - Danehouse
Jakarta -

Mikel Arteta berhasil juga membawa Arsenal juara setelah berkali-kali gagal. Eks pemain The Gunners Paul Merson bersyukur Arteta gak dipecat duluan.

Arsenal mengunci gelar juara Liga Inggris setelah Manchester City ditahan Bournemouth. Hasil itu memastikan tim polesan Mikel Arteta tak terkejar di sisa satu pertandingan dengan selisih empat poin.

Ini mengakhiri penantian gelar Liga Inggris selama 22 tahun, juga setelah tiga kali beruntun gagal dan harus puas jadi runner-up. Eks gelandang Arsenal Paul Merson mensyukuri keputusan klub bersabar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arteta sempat nyaris hendak dipecat, khususnya pada musim 2020/2021 saat tekanan meningkat pada periode November-Desember 2020. Kala itu tim sempat terperosok ke posisi 15.

ADVERTISEMENT

Tekanan pada Arteta juga kembali naik saat mereka gagal juara untuk kali ketiga beruntun musim lalu. Kesabaran klub London utara tersebut berbuah manis.

"Akan sayang sekali kalau Arteta meninggalkan Arsenal lebih dulu dan tidak memenangi Premier League, mengingat kinerjanya. Ingat ketika dia menyingkirkan para pemain top kayak Pierre-Emerick Aubameyang dan Mesut Oezil, para pemain top saat itu dan ia mengambil kesempatannya," kata Paul Merson di Sky Sports.

"Dia menerima banyak kredit untuk titel. Butuh waktu memang, tapi itu memang sudah selalu dekat dengannya. Misal, kalau Anda kasih 50 poin untuk posisi pertama, 25 poin untuk posisi dua, dan lima poin untuk posisi tiga, Arsenal akan jadi yang terbaik selama 3-4 tahun terakhir."




(raw/cas)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads