Leicester City bak jalani kisah dongeng ketika jadi kampiun Premier League di 2016. Setelahnya, The Foxes terjun bebas dan kini mau dijual.
Leicester City menuliskan sejarah dengan pertama kali jadi juara Liga Inggris di tahun 2016. Leicester ketika itu amankan titel setelah Tottenham diimbangi Chelsea pada tiga laga terakhir liga.
Jamie Vardy dkk bak jalani kisah dongeng. Leicester mampu bungkam tim-tim raksasa dan jadi kampiun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Leicester saat menangi Liga Inggris musim 2015/2016 (Foto: Michael Regan/Getty Images) |
Baca juga: Leicester City Dijual! |
Pencapaian itu adalah buah manis dari Vichai Srivaddhanaprabha, pengusaha Thailand ketika membeli Leicester City sejak 2010. Investasi besar-besaran dilakukan.
Tapi setelah jadi kampiun, Leicester tak kuasa menahan para punggawanya. Mahrez dibeli Man City, Kante dibeli Chelsea, beberapa pemain yang jadi tulang punggung pergi.
Kabar duka selanjutnya datang di tahun 2018. Vichai tewas akibat kecelakaan helikopter di dekat Stadion King Power.
Anak-anak dan keluarganya melanjutkan perjuangan. The Foxes sempat merengkuh titel Piala FA di 2021.
Para penggemar Leicester memberikan penghormatan pada Vichai Srivaddhanaprabha (Foto: Peter Nicholls/Reuters) |
Setelahnya, Leicester City kembali jalani periode buruk. Leicester terdegradasi pada musim 2022/23, sempat balik ke Premier League, lalu degradasi lagi pada 2024/25.
Kondisi keuangan menghantam klub. Ketika main di Divisi Championship pada 2025/26, mereka kena pengurangan poin akibat melanggar aturan aturan Profitabilitas dan Keberlanjutan (PSR). Itu membuat mereka degradasi ke League One alias kompetisi kasta ketiga untuk musim 2026/27.
Kondisi keuangan yang memburuk karena kombinasi beban gaji pemain yang terlalu tinggi, kebijakan transfer yang kurang efektif, penurunan bisnis akibat pandemi, sampai hilangnya pendapatan utama setelah terdegradasi dari Liga Inggris.
Sejak 2021, Leicester merugi terus. Tak main-main angkanya, masing-masing per tahun kerugiannya adalah 92,5 juta Pounds, 89,7 juta Pounds, 19,4 juta Pounds, dan terbaru 71,1 juta Pounds.
Keluarga Srivaddhanaprabha diketahui sudah angkat bendera putih dan mau menjual klub. Aiyawatt Srivaddhanaprabha, sosok pemimpin di keluarhanya mulanya menolak wacana penjualan klub. Tapi sepertinya, mereka sudah tidak bisa menahan kerugian yang berkelanjutan.
Leicester City bakal dijual dengan proposal 'Project Lineup'. Mereka buka harga mulai dari 222 juta Pounds atau setara Rp 5,4 triliun!
Mereka menawarkan semua portofolio klub. Itu termasuk Stadion King Power, pusat pelatihan Seagrave, dan Belvoir Drive yang ditaksir bernilai 204 juta Pounds.
(aff/rin)











































