Gabung Man City di Masa Transisi, Anderson Tak Kecil Hati

Gabung Man City di Masa Transisi, Anderson Tak Kecil Hati

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Jumat, 14 Agu 2026 06:30 WIB
MIAMI GARDENS, FL - JULY 18: Elliot Anderson #8 of England kicks a ball during a FIFA World Cup 26 Bronze Final match between France and England on July 18,2026 at Miami Stadium, in Miami Gardens, Fla.(Photo by Chris Arjoon/Icon Sportswire via Getty
Foto: Icon Sportswire via Getty Images/Icon Sportswire
Jakarta -

Elliott Anderson gabung Manchester City bersamaan dengan Pep Guardiola pergi. Gabung di masa transisi tak mengurangi kegembiraannya.

Anderson menjadi pembelian besar Manchester City musim panas ini. Ia ditebus dari Nottingham Forest senilai 116 juta Paun.

Gelandang 23 tahun itu digadang-gadang jadi bagian dari wajah baru lini tengah Man City. Klub ini baru saja melepas Bernardo Silva dan diperkirakan juga akan ditinggalkan Rodri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi lini tengah bukan satu-satunya hal yang mengalami perubahan besar. The Citizens juga mengalami transisi era dari Pep Guardiola ke Enzo Maresca.

ADVERTISEMENT

Meski secara ide permainan mirip-mirip dan Maresca juga merupakan mantan asisten Guardiola, tapi keduanya niscaya berbeda dalam pengalaman. Guardiola sudah punya riwayat sukses yang besar selama 19 tahun berkecimpung di dunia kepelatihan.

Pria Catalunya itu sudah mengoleksi 41 trofi baik mayor maupun minor, termasuk enam gelar Premier League dan satu trofi Liga Champions di Man City. Sah untuk mengatakan bahwa Guardiola hampir menjadi jaminan juara untuk klub tersebut.

Kini Man City memulai lagi dengan Enzo Maresca yang baru mulai melatih pada 2021. Manajer asal Italia itu setidak-tidaknya punya bekal gelar UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub saat menangani Chelsea, tapi bakal harus membuktikan lebih jauh lagi kali ini.

Perubahan ini tak berarti apapun buat Anderson, yang lebih fokus ke lingkungan Man City secara lebih besar. Baginya klub ini memberinya kondisi yang sempurna untuk tumbuh sebagai pemain.

"Ini klub yang sangat besar dan para pemain yang mereka punya itu kalangan yang terbaik. Saya ingin dikelilingi oleh pemain-pemain semacam ini, untuk membuktikan diri setiap harinya," kata Anderson dikutip The Guardian.

"De Bruyne itu selalu jadi panutan saya selama 10 tahun terakhir. Saya suka menontonnya. Bisa berada di sini di klub yang sama dan bermain di tempat ia bermain itu rasanya spesial."



(raw/cas)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads