DetikSepakbola
Rabu 19 Agustus 2015, 19:41 WIB

Erick Thohir Sadar Potensi Kovacic Bisa Seperti Pirlo atau Coutinho

Lucas Aditya - detikSport
Erick Thohir Sadar Potensi Kovacic Bisa Seperti Pirlo atau Coutinho Claudio Villa - Inter/Getty Images
Jakarta -

Inter Milan pernah memiliki Andrea Pirlo dan Philippe Coutinho, yang justru tampil bagus setelah pergi ke klub lain. Kini, Inter berpotensi menghadapi situasi yang sama usai menjual Mateo Kovacic.

Setelah pindah dari Inter ke AC Milan, Pirlo malah menunjukkan diri menjadi pemain tengah yang andal. Dalam seragam Rossoneri dia mempersembahkan delapan trofi selama 10 musim.

Sementara itu, Coutinho juga menunjukkan penampilan oke saat bermain bersama Liverpool. Dia salah satu tumpuan utama The Reds di lapangan tengah dan jadi pilar utama skuad Brendan Rodgers.

Di bursa transfer musim panas ini, Inter melepas Kovacic ke Real Madrid dengan banderol 35 juta euro. Padahal di usianya yang baru 21 tahun, Kovacic dinilai punya banyak potensi untuk jadi pemain besar.

"Risiko itu ada, kalau kami melepas pemain flop tentu orang tidak akan pernah ingat. Orang-orang hanya melihat suksesnya. Saya rasa risiko itu masih ada," kata presiden Inter Erick Thohir saat ditemui seusai acara detikSport Forum di Menara Bank Mega, Jakarta, Rabu (19/8/2015).

"Tidak hanya Pirlo, sama halnya dengan Coutinho. Tapi, kalau Pirlo atau Coutinho bertahan apakah akan sebagus selepas dari Inter? Saya rasa itu bergantung dari sistem dari tiap-tiap pelatih. Liga Italia juga tidak seterbuka Liga Spanyol atau Liga Inggris," imbuhnya.

Soal alasan melepas Kovacic, Erick membenarkan kalau yang melatarbelakangi adalah demi menghindari aturan Financial Fair Play.

"Untuk klub-klub Eropa saat ini, yang akan berlaga di kompetisi Eropa, Liga Europa dan Liga Champions, wajib mengikuti peraturan financial fair play. Kebetulan Inter merupakan salah satu klub yang menandatangani itu," ujar Erick.

"Inter, dari bursa transfer winter sampai summer, itu (belanja) luar biasa. Kami sudah mendatangkan Kondogbia, Jovetic, Murillo, Miranda. Tentu tak boleh kalau tidak ada balance. Salah satunya ditempuh dengan cara melepas Kovacic, tapi itu mesti. Dan juga Shaqiri yang ternyata tak sesuai dengan strategi Mancini," imbuhnya.


(cas/din)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed