DetikSepakbola
Jumat 11 Januari 2019, 15:22 WIB

Antara Michela, Totti, dan AS Roma: Kisah Cinta Fans Tunanetra

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
Antara Michela, Totti, dan AS Roma: Kisah Cinta Fans Tunanetra Pendukung setia AS Roma. (Foto: Paolo Bruno/Getty Images)
Jakarta - Hidup selalu punya caranya tersendiri untuk memberikan pencerahan. Di Roma, sebuah undian berakhir menjadi kisah yang indah.

Vieni in Trasferta con Noi, atau yang kurang lebih berarti 'Pergilah Bersama Kami', adalah sebuah kampanye yang digelar klub top Italia, AS Roma. Ini adalah sebuah program yang memberikan kesempatan untuk fans Roma di seluruh dunia ikut dalam perjalanan tandang tim utama.

Sejumlah fans yang beruntung sudah mengikuti perjalanan Roma ke Florence, Moskow, dan Kharkiv. Dan yang teranyar, pada prosesnya akan menjadi perjalanan yang tak cuma diingat oleh sang fans.




Lewat mekanisme undian, seorang fans bernama Rosa mendapatkan keistimewaan untuk ikut melakukan perjalanan tandang bersama Roma. Bersama-sama tim utama Giallorossi, dia melawat ke markas Juventus untuk laga pada 23 Desember.

Nah, Rosa ini ternyata tak sendirian. Ia mengajak sang adik dalam perjalanan tersebut, dialah Michela.

Michela seorang tunanetra. Dia tak bisa melihat, tapi gairahnya untuk mendukung tim tak bisa dipertanyakan. Antusiasme itu terlihat jelas sepanjang perjalanannya bersama sang kakak dan Roma.

Di bandara, ketika Rosa memberitahu bahwa legenda Roma Francesco Totti cuma berjarak 10 meteran dari mereka, Michela langsung memekik kecil 'Daje Fra!', yang langsung disusul dengan chat khas Romanisti untuk Totti.

"Un capitano! C'e solo un capitano!"

Satu kapten, hanya ada satu kapten.




Kecintaan Michela terhadap Roma bermula di usia sembilan tahun. Dia juga bercerita, bagaimana dia masih ingat akan gol Totti ke gawang Gianluigi Buffon pada 2013 silam. Kala itu tendangan roket si nomor 10 membawa Roma menang 1-0.

"Saya akan lakukan apapun untuk Roma," kata Michela.

Michela lalu bertemu dengan para pemain Roma. Ia menggenggam erat tangan Kostas Manolas, memeluk hangat Edin Dzeko, berbincang singkat dengan Nicolo Zaniolo dan Justin Kluivert, lalu sejumlah pemain lainnya.

Dan momen yang paling mengharukan itu tiba.

Michela sedang asyik merapal pidato perpisahan Totti, ketika sang idola datang dari belakangnya. Diam-diam namun saksama Totti menyimaknya.

"Siapa yang menulisnya? Apa kamu yang menulisnya" tanya Totti tiba-tiba.

Michela butuh waktu untuk menyadari bahwa orang yang menanyainya adalah Totti. "Bukan, kamu yang menulisnya," jawab Michela ketika mengetahui Totti ada di hadapannya.

"Saya mengukirnya di dalam hati, tentu saja," jawab Michela, sebelum kemudian memeluk pria yang disebut Pangeran Roma tersebut.




Di tribune, Michela dan Rosa tak bisa diam dan terus menyanyikan chant-chant Roma. Bahkan ketika dia berada di tengah ribuan suporter Juventus di sana.

"Bagi saya, menjadi fans itu adalah soal nyanyian. Orang-orang bernyanyi 'Roma, Roma!' Tahu kan? Juga orang-orang melakukan koreografi," kata Michela.

"Itulah yang penting bagi saya, semangat dan substansinya. Dan juga keyakinan, ketika dia memanggil, saya menjawab," tandasnya.

Michela boleh saja buta, tapi dia tahu betul caranya mencintai Roma. Dan dalam dirinya terukir slogan sang Serigala 'La Roma Non Si Discute Si Ama'.

Roma dicintai tanpa pertanyaan.


[Gambas:Youtube]


(raw/din)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed