Alessandro Bastoni turut disalahkan atas kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2026. Situasi ini diyakini akan memaksa Bastoni meninggalkan Inter Milan di musim panas nanti.
Bek tengah Inter itu dikartu merah di akhir babak pertama saat Italia didepak Bosnia dalam laga playoff pada awal pekan ini. Laga berimbang 1-1 sampai extra time, sebelum Gli Azzurri tersingkir setelah kalah adu penalti 1-4.
Kekalahan ini memastikan Italia gagal ke putaran final Piala Dunia 2026, sekaligus yang ketiga kalinya berturut-turut setelah absen di edisi 2018 dan 2022.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, Alessandro Bastoni bisa dibilang masih disorot setelah tudingan diving di Derby d'Italia dan selebrasinya saat merayakan kartu merah bek Juventus Pierre Kalulu di pertandingan itu. Dengan kesalahan Bastoni di laga superkrusial Italia, si pemain bukan tidak mungkin akan jadi bulan-bulanan suporter ke depannya. Kondisi yang jelas tak ideal bagi Bastoni.
Sementara itu, pesepakbola berusia 26 tahun ini belakangan cukup santer dikabarkan dilirik Barcelona. Bergomi menilai, Bastoni akan meninggalkan Inter Milan demi mendapatkan atmosfer yang lebih positif.
"Bagi saya, dia itu seorang teman," sahut Bergomi kepada Radio Nerazzurra. "Saya bahkan bertemu dengan dia di pertandingan basket; saya sangat peduli dengan dia."
"Kesalahan dia melawan Bosnia itu memang sudah pasti terjadi; apa yang sudah mereka katakan kepada dia selama satu setengah bulan terakhir? Sekarang dia harus meninggalkan Italia demi kebaikan dia sendiri."
"Kita kehilangan salah satu pemain dengan bakat luar biasa, salah satu bek terbaik di sepakbola modern. Saya sangat menyesal, tapi saya kira ini untuk kebaikannya sendiri. Dia akan butuh mencari klub di luar negeri," Bergomi menyimpulkan.
Alessandro Bastoni masih terikat kontrak dengan Inter Milan sampai musim panas 2028. Inter dilaporkan membanderol Bastoni tak kurang dari 70 juta euro (Rp 1,37 triliun, kurs Rp 19.579).
(rin/rin)











































